billboard mobile
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter RSUI Ingatkan Posisi Duduk Tidak Ergonomis Picu Nyeri Pinggang pada Usia Muda

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter RSUI Ingatkan Posisi Duduk Tidak Ergonomis Picu Nyeri Pinggang pada Usia Muda
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang pegawai yang bekerja secara remote di sebuah cafe. (ANTARA/Pamela Sakina/am).)

Pantau - Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, mengingatkan bahwa posisi duduk yang tidak ergonomis saat bekerja dapat memicu nyeri pinggang atau lower back pain pada usia muda.

Posisi Tubuh Jadi Faktor Risiko Nyeri Pinggang

Alfariq menjelaskan nyeri pinggang pada usia lanjut umumnya terjadi akibat faktor penuaan, sedangkan pada usia muda kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk posisi tubuh yang tidak ergonomis saat bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.

Ia mengatakan, "Misalnya gangguan pada (posisi tubuh yang) ergonomis dalam pekerjaan, atau aktivitas fisik sehari-hari yang dilakukan. Jadi, tidak hanya karena faktor penuaan."

Menurutnya, nyeri pinggang dapat muncul ketika seseorang mempertahankan posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam waktu lama sehingga memberikan tekanan berlebih pada area pinggang dan punggung.

Ia mengungkapkan, "Ini juga termasuk pada aktivitas fisik di rumah, sehingga kita tidak hanya melihat atau mengevaluasi itu hanya pada kantor saja. Itu berakumulasi sehingga menimbulkan gangguan pada pinggang ataupun punggungnya."

Pentingnya Posisi Duduk Ergonomis dan Peregangan

Alfariq mencontohkan posisi duduk yang ergonomis adalah posisi yang nyaman dengan perangkat kerja seperti komputer berada sejajar dengan pandangan mata untuk mengurangi risiko nyeri pada leher dan punggung.

Ia menyarankan pekerja yang duduk dalam waktu lama untuk melakukan relaksasi dan peregangan selama lima hingga sepuluh menit setelah dua jam duduk.

Menurutnya, duduk berjam-jam tanpa mengubah posisi dapat memberikan tekanan pada otot dan meningkatkan risiko munculnya nyeri.

Alfariq juga mengingatkan bahwa posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada struktur tulang belakang dan memicu penuaan lebih cepat.

Untuk mencegah nyeri pinggang, ia menyarankan masyarakat menjaga postur tubuh saat beraktivitas, rutin berolahraga, serta mencukupi asupan kalsium, protein, dan vitamin D.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026