
Pantau - Aktris Hollywood Anne Hathaway mengumumkan kehamilan anak ketiganya di usia 43 tahun, sementara dokter spesialis obstetri dan ginekologi Neelam Suri menegaskan bahwa kehamilan pada usia 40-an kini semakin umum terjadi dan tetap dapat berlangsung aman dengan pengawasan medis yang tepat.
Dokter Neelam Suri mengatakan semakin banyak perempuan memilih memiliki anak setelah mencapai kemapanan karier, kondisi finansial yang stabil, maupun kesiapan pribadi.
"Kehamilan pada usia yang lebih lanjut bukan lagi hal yang tidak biasa dan banyak perempuan dapat menjalani kehamilan dengan hasil yang baik dengan perawatan medis yang tepat," katanya.
Meski demikian, peluang kehamilan secara alami cenderung menurun setelah usia 35 tahun dan semakin berkurang setelah usia 40 tahun karena jumlah serta kualitas sel telur ikut menurun seiring bertambahnya usia.
Risiko Kehamilan Meningkat Seiring Bertambahnya Usia
Suri menjelaskan perempuan yang hamil pada usia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional, hipertensi, preeklamsia, hingga persalinan sesar akibat komplikasi selama masa kehamilan.
Selain itu, risiko kelainan kromosom pada janin seperti sindrom Down juga meningkat seiring bertambahnya usia ibu.
Kehamilan pada usia yang lebih matang juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Namun, perkembangan teknologi kesehatan memungkinkan berbagai risiko tersebut dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan prenatal modern.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain non-invasive prenatal testing (NIPT) atau tes DNA janin noninvasif serta pemeriksaan ultrasonografi beresolusi tinggi.
Dokter Sarankan Persiapan dan Pemantauan Rutin
Suri menyarankan perempuan yang berencana hamil pada usia akhir 30-an hingga 40-an untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna mengevaluasi kondisi kesehatan dan mengendalikan penyakit yang mungkin sudah ada sebelumnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin selama masa kehamilan.
Selain itu, pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta menjaga kesehatan mental menjadi faktor penting untuk mendukung kehamilan yang sehat.
Menurut Suri, pendekatan yang proaktif dan dukungan keluarga dapat membantu perempuan menjalani kehamilan dengan lebih baik meskipun terjadi pada usia yang lebih matang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





