
Pantau - Waktu keberangkatan pesawat dapat memengaruhi kenyamanan anak selama perjalanan sekaligus membantu mengurangi risiko jet lag, terutama pada penerbangan jarak jauh, sehingga orang tua disarankan menyesuaikan jadwal terbang dengan usia anak.
Dokter anak sekaligus profesor klinis di New York University Julissa Baez mengungkapkan, "Kesalahpahaman yang paling umum adalah bayi dan anak kecil tidak mengalami jet lag."
Chief Executive dan Superintendent Pharmacist IQ Doctor Omar El-Gohary menjelaskan waktu terbang yang ideal bergantung pada usia anak dan tidak semua penerbangan malam menjadi pilihan terbaik.
Ia menyebut penerbangan ke arah timur umumnya lebih berat dibandingkan ke arah barat karena tubuh harus menyesuaikan diri dengan waktu yang lebih cepat.
Untuk bayi usia 0 hingga 2 tahun, penerbangan pada pukul 06.00 hingga 09.00 pagi dinilai paling sesuai karena sejalan dengan pola tidur alami mereka.
El-Gohary mengatakan, "Bayi yang menolak tidur selama penerbangan malam bisa membuat orang tua menghadapi lebih dari 10 jam stimulasi berlebihan, tangisan, dan kelelahan di ruang yang sempit."
Anak usia 2 hingga 4 tahun disarankan terbang pada akhir pagi hingga awal siang setelah memiliki kesempatan bermain dan bergerak di bandara agar lebih tenang selama penerbangan.
Untuk anak usia sekolah 5 hingga 12 tahun, penerbangan pada pukul 18.00 hingga 22.00 lebih efektif karena ritme sirkadian mulai berkembang sehingga lebih mudah tidur selama penerbangan malam.
El-Gohary mengungkapkan, "Ketika ritme biologis mulai matang, penerbangan malam menjadi lebih efektif untuk mengurangi jet lag pada perjalanan jarak jauh."
Remaja usia 13 hingga 18 tahun umumnya lebih mudah beradaptasi dengan penerbangan malam karena secara alami memiliki waktu tidur yang lebih larut.
Baez menyarankan orang tua tidak datang ke bandara terlalu dini agar bayi tidak terlalu lama berada di lingkungan yang ramai.
Bayi juga dianjurkan menyusu saat pesawat lepas landas dan mendarat untuk membantu mengurangi tekanan pada telinga.
Orang tua disarankan membawa mainan baru sebagai pengalih perhatian serta tidak langsung memaksakan jadwal tidur sesuai zona waktu tujuan setelah tiba.
Untuk anak yang lebih besar, orang tua dianjurkan membawa selimut, piyama, atau mainan favorit, menghindari makanan dan minuman tinggi gula sebelum penerbangan, serta menyiapkan hiburan yang dapat diakses tanpa internet.
El-Gohary juga menyarankan orang tua mulai menggeser jam tidur anak dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan serta mengubah jam pada perangkat elektronik ke zona waktu tujuan sejak awal perjalanan.
Baez mengingatkan orang tua tetap mewaspadai gejala jet lag seperti mudah marah, sakit kepala, dan menurunnya motivasi, terutama pada remaja.
Paparan sinar matahari setelah tiba di tujuan, menjaga kecukupan cairan, membatasi konsumsi kafein, dan mengurangi penggunaan gawai pada malam hari juga dinilai dapat membantu tubuh beradaptasi dengan zona waktu baru.
- Penulis :
- Aditya Yohan



