HOME  ⁄  Lifestyle

Kemenpar Promosikan Desa Wisata Indonesia ke Australia sebagai Destinasi Wisata Edukasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Promosikan Desa Wisata Indonesia ke Australia sebagai Destinasi Wisata Edukasi
Foto: (Sumber :Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memperluas pasar wisata edukasi ke Australia. (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata).)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney mempromosikan desa wisata Indonesia kepada pasar Australia sebagai destinasi wisata edukasi yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal.

Promosi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan Indonesia tidak hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai tempat wisata yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada wisatawan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai destinasi unggulan lainnya," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Kemenpar menilai wisata edukasi memiliki peluang menjadi salah satu segmen pariwisata berkualitas karena mampu memberikan nilai tambah dan mendorong wisatawan tinggal lebih lama di destinasi.

Australia Menjadi Pasar Strategis Pariwisata Indonesia

Potensi wisata edukasi turut didukung tingginya perjalanan generasi muda secara global.

WYSE Travel Confederation dan UN Tourism memprediksi sekitar 350 juta pemuda melakukan perjalanan sepanjang 2025 dan sebanyak 23 persen di antaranya merupakan pelajar.

Australia juga menjadi salah satu pasar strategis bagi industri pariwisata Indonesia dengan 1.754.791 kunjungan wisatawan sepanjang 2025.

Jumlah tersebut menempatkan Australia sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.

Hingga Juni 2026, jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 864.750 kunjungan atau meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Industri perjalanan pemuda tetap memiliki potensi besar sebagai kekuatan positif. Selain memberikan dampak ekonomi, segmen ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring internasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pembelajaran yang berkualitas," ujar Made.

Desa Wisata Dikenalkan Langsung kepada Pelajar Australia

Kemenpar menggelar rangkaian promosi pada 3-4 Agustus 2026 yang diawali dengan kegiatan "Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom" di Claremont College, Sydney.

Kegiatan tersebut memperkenalkan wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui sejumlah lokakarya interaktif.

Peserta mengikuti kegiatan membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, belajar tari tradisional bersama Desa Wisata Taro, serta bermain angklung dan meronce kerajinan dari biji hanjeli.

Peserta juga mengikuti storytelling bersama Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW melalui pembacaan buku edukatif mengenai hanjeli dari Desa Wisata Hanjeli.

Promosi dilanjutkan melalui "EduTourism Networking Event" pada 4 Agustus 2026 yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan industri perjalanan serta pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales, Australia.

Kegiatan tersebut mencakup pemaparan produk wisata edukasi, table-top meeting, sesi jejaring, dan pertunjukan budaya.

Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta diperkenalkan dengan pengalaman belajar mengenai seni tradisi, kearifan lokal, dan kerajinan batik, sedangkan Desa Wisata Taro di Bali menawarkan pembelajaran mengenai lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.

Konsul Jenderal RI Sydney Pendekar Muda Leonards Sondakh menyebut desa wisata Indonesia berpotensi menjadi ruang belajar langsung bagi siswa untuk memahami hubungan antara budaya, kreativitas, keberlanjutan, dan ekonomi masyarakat lokal.

Penulis :
Ahmad Yusuf