HOME  ⁄  Nasional

Peneliti Australia Menemukan Pendekatan Baru untuk Mencegah Malaria dan Memperkuat Kekebalan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Peneliti Australia Menemukan Pendekatan Baru untuk Mencegah Malaria dan Memperkuat Kekebalan
Foto: (Sumber :MELBOURNE, 14 Agustus (Xinhua) Tim peneliti di Australia menemukan cara baru untuk membantu mencegah malaria yang dapat mengubah gigitan nyamuk dari sumber infeksi mematikan menjadi penguat (booster) imun tubuh yang berkelanjutan terhadap penyakit tersebut. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Tim peneliti Australia menemukan pendekatan baru untuk membantu mencegah malaria dengan mempersiapkan sistem imun melawan parasit sebelum menyebabkan penyakit dan memungkinkan gigitan nyamuk berikutnya menjadi penguat kekebalan.

Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research (WEHI) Australia dalam pernyataan yang dirilis Jumat, 14 Agustus 2026, menyebut pendekatan vaksinasi tersebut berpotensi meningkatkan kekebalan dari waktu ke waktu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science menunjukkan pendekatan tersebut mampu melindungi tikus dari malaria hingga dua tahun atau mencakup dua musim malaria dalam kondisi dunia nyata.

Para peneliti mengembangkan strategi imunisasi dengan menggabungkan parasit malaria yang ditularkan melalui nyamuk dan senyawa obat antimalaria yang masih dalam tahap investigasi.

Senyawa tersebut dikembangkan oleh WEHI bersama perusahaan biofarmasi MSD.

Senyawa itu bekerja dengan menjebak parasit malaria pada tahap akhir di hati sebelum memasuki aliran darah dan menyebabkan penyakit.

Proses tersebut memicu respons imun kuat yang dalam penelitian memberikan perlindungan jangka panjang terhadap malaria.

Tim peneliti menyatakan gigitan nyamuk berikutnya dapat memperkuat kekebalan sehingga pendekatan itu berpotensi memungkinkan vaksinasi disertai penguatan kekebalan secara alami di wilayah endemik malaria.

Tim peneliti saat ini mengembangkan suntikan jangka panjang berbasis senyawa tersebut dalam tahap praklinis.

Temuan itu membuka pendekatan baru dalam upaya pencegahan malaria, tetapi penelitian yang dilaporkan sejauh ini menunjukkan perlindungan pada tikus dan pengembangan suntikannya belum memasuki penggunaan klinis.

Malaria masih menjadi penyakit dengan beban kematian tinggi di berbagai negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan malaria menyebabkan sekitar 610.000 kematian di seluruh dunia pada 2024.

Penulis :
Aditya Yohan