HOME  ⁄  Nasional

Akademisi Dorong Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG Diikuti Perbaikan Sistem

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akademisi Dorong Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG Diikuti Perbaikan Sistem
Foto: (Sumber :Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pasien terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng.)

Pantau - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengingatkan penanganan kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diikuti langkah perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kelalaian dalam pelaksanaannya.

Cecep menilai keterbukaan dalam mengakui persoalan, mencari penyebab, bertanggung jawab terhadap dampak, dan memperbaiki sistem menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Jika ditemukan adanya kelemahan atau kelalaian, harus ada koreksi yang jelas. Jika ditemukan bahwa persoalannya berada pada aspek tertentu, aspek tersebut harus diperbaiki,” kata Cecep dikutip di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

“Dalam setiap program publik yang menggunakan sumber daya negara dan menyangkut kepentingan masyarakat, akuntabilitas merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar, apalagi ketika muncul persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” kata Cecep.

Investigasi Diminta Objektif dan Berbasis Bukti

Cecep menyoroti kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, serta permintaan maaf yang disampaikan kepada korban dan keluarga terdampak dugaan keracunan.

“Saya melihat langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan empati,” kata Cecep.

Namun, Cecep mengingatkan respons terhadap kasus tersebut perlu dilanjutkan dengan investigasi objektif dan berbasis bukti untuk mengetahui penyebab persoalan.

“Transparansi juga bukan berarti pemerintah harus tergesa-gesa membuat kesimpulan. Justru transparansi berarti proses investigasi dilakukan secara objektif, berbasis bukti, dan hasilnya disampaikan secara terbuka setelah fakta-faktanya cukup,” ujarnya.

Menurut Cecep, hasil investigasi harus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam pelaksanaan program MBG.

Gibran Pastikan Korban Mendapat Penanganan Medis

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang.

Gibran juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis hingga pulih tanpa dibebani biaya pengobatan.

Wapres meninjau pasien yang menjalani perawatan di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang, pada Senin (28/9/2026).

"Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang, tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan," kata Wapres.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026