
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai gedung bekas Jiwasraya di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, berpotensi dimanfaatkan sebagai museum, termasuk museum fotografi, untuk menjaga bangunan cagar budaya tersebut sekaligus membuka ruang kebudayaan bagi masyarakat.
Fadli menyampaikan gagasan tersebut setelah meninjau langsung kondisi gedung dan sejumlah elemen bersejarah yang masih mempertahankan karakter bangunan pada masanya.
“Kita berharap dalam rangka pemanfaatan gedung-gedung cagar budaya, gedung ini bisa menjadi satu museum, semacam museum fotografi, atau pemanfaatan yang lain sehingga ini bisa terselamatkan,” kata Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Fadli, pemanfaatan gedung bersejarah secara tepat diperlukan agar keberadaan bangunan cagar budaya tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Gedung eks Jiwasraya merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan masa Hindia Belanda yang berada di kawasan Kota Lama Semarang.
Bangunan yang dahulu bernama De Nederlandsche Indies Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij itu diperkirakan dibangun pada abad ke-19 atau awal abad ke-20 dan tergolong modern pada zamannya.
Gedung tiga lantai tersebut masih mempertahankan sejumlah elemen arsitektur lama, termasuk lift buatan Otis Elevator Company yang tetap berada di dalam bangunan meski sudah tidak digunakan.
Keberadaan bangunan beserta berbagai elemen aslinya mencerminkan perkembangan arsitektur dan teknologi bangunan pada masa tersebut serta menjadi bagian dari kekayaan sejarah Kota Lama Semarang.
Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelestarian bangunan cagar budaya melalui pemanfaatan yang sesuai dengan nilai sejarah dan karakter setiap bangunan.
Fadli berharap pemanfaatan gedung eks Jiwasraya dapat menjadi bagian dari upaya menyelamatkan dan menjaga bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang.
Upaya tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal, memanfaatkan, dan memahami nilai sejarah yang tersimpan di dalam bangunan cagar budaya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




