
Pantau - Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) yang diketuai mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dikukuhkan sebagai wadah tunggal yang diharapkan menghimpun berbagai organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu kelembagaan adat dan kebudayaan di Jakarta.
Ketua Umum Bamus Betawi H. Riano P Ahmad mengatakan pembentukan LAKB menjadi babak baru dalam menyatukan berbagai unsur masyarakat Betawi.
"Terbentuknya LAKB menjadi babak baru dalam upaya menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan," kata Riano di Jakarta, Sabtu (29/8).
Fauzi Bowo atau Foke yang memimpin LAKB sekaligus dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim dalam pengukuhan lembaga tersebut di Balai Kota Jakarta pada Jumat (28/8).
Riano mengatakan keberadaan LAKB sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, khususnya Pasal 31 yang menempatkan adat dan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.
"Kami, masyarakat Betawi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024," ujar Riano.
Menurut Riano, pengukuhan LAKB juga menjadi momentum untuk memajukan kebudayaan Jakarta sekaligus memperkuat posisi lembaga adat sebagai mitra resmi pemerintah.
"Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi, perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang," ucap Riano.
Riano berharap LAKB menjadi lembaga induk yang menghimpun organisasi-organisasi kebetawian sehingga berbagai unsur masyarakat Betawi berada dalam satu kelembagaan yang lebih solid.
"Jadi, ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya," kata Riano.
Riano yang juga anggota DPRD DKI Jakarta mengajak seluruh keluarga besar Betawi, termasuk unsur Bamus Betawi, untuk berhimpun dalam LAKB setelah lembaga tersebut resmi dikukuhkan.
"Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi," tutur Riano.
LAKB diharapkan menjadi penggerak pelestarian kebudayaan lokal, penguatan nilai tradisi, serta mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan berkarakter budaya pada masa transisi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




