HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Merekomendasikan Pakaian Tertutup untuk Melindungi Kulit dari Paparan Abu Vulkanik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Merekomendasikan Pakaian Tertutup untuk Melindungi Kulit dari Paparan Abu Vulkanik
Foto: (Sumber :Pengendara sepeda motor memakai masker yang dibagikan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom/am..)

Pantau - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE merekomendasikan masyarakat menggunakan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan abu vulkanik pada kulit.

"Gunakan pakaian yang dapat meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup," kata Arini kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Arini menyarankan pakaian tertutup terutama digunakan ketika masyarakat membersihkan area yang banyak tertutup abu vulkanik.

Rekomendasi tersebut sejalan dengan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang menganjurkan penggunaan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi paparan kulit.

Mata dan Pernapasan Juga Perlu Dilindungi

Arini mengatakan masyarakat juga perlu melindungi mata dan saluran pernapasan ketika berada di kawasan yang terdampak abu vulkanik.

"Jika harus berada di luar ketika abu masih berada di udara, gunakan masker yang memiliki filtrasi baik dan pelindung mata. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar ruangan ketika hujan abu sedang cukup berat," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Indonesia (Perdoski) tersebut.

Penggunaan tabir surya atau sunscreen juga tetap diperlukan karena keberadaan awan dan abu di atmosfer tidak membuat radiasi ultraviolet sepenuhnya hilang.

Arini menganjurkan masyarakat menggunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 pada kulit yang telah bersih dan kering sebelum keluar rumah.

"Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit. Bila kulit sudah banyak terkena abu, sebaiknya bilas atau bersihkan secara lembut terlebih dahulu, keringkan, baru aplikasikan kembali sunscreen," ucap Arini.

Pada kondisi hujan abu yang cukup tebal, penggunaan pakaian tertutup dan topi serta pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi perlindungan yang lebih penting dibandingkan terus menambah lapisan sunscreen.

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian

Arini mengingatkan masyarakat untuk meminimalkan paparan abu, tidak menggosok kulit yang terkena abu, serta membersihkannya dengan cara membilas secara lembut.

Masyarakat disarankan tetap berada di dalam ruangan serta menutup pintu dan jendela ketika konsentrasi abu vulkanik sedang tinggi.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta orang dengan eksim atau kondisi kulit yang sangat sensitif.

Masyarakat disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila setelah terpapar abu mengalami kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar yang kuat, luka, lepuh, atau keluhan yang tidak membaik setelah kulit dibersihkan.

"Dan tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah," tambah Arini.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026