HOME  ⁄  Lifestyle

Abu Vulkanik Masuk Mata Jangan Dikucek, Dokter Sarankan Segera Bilas dengan Air Bersih

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Abu Vulkanik Masuk Mata Jangan Dikucek, Dokter Sarankan Segera Bilas dengan Air Bersih
Foto: (Sumber :Warga berdiri dengan latar belakang Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026).ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz.)

Pantau - Dokter spesialis mata dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp.M mengingatkan masyarakat agar segera membilas mata dengan air bersih apabila terkena abu vulkanik karena partikelnya dapat menyebabkan luka dan iritasi pada permukaan mata.

"Jika abu vulkanik masuk ke dalam mata maka dapat terjadi perlukaan dan reaksi iritasi karena kontak fisik serta kimiawi," kata Sesaria di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Sesaria yang juga Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Non-Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya) mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membilas kedua mata menggunakan air bersih mengalir atau tetes mata yang mengandung air mata buatan.

Pengguna lensa kontak juga disarankan segera melepas dan membuang lensa tersebut menggunakan tangan bersih untuk menghindari reaksi peradangan yang lebih berat.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan saat terdapat paparan abu vulkanik.

Partikel Tajam Bisa Melukai Kornea

Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena merupakan campuran berbagai komponen bebatuan, kristal mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil.

Struktur partikel abu vulkanik biasanya tajam dan beberapa di antaranya menyerupai pecahan kaca dengan sudut tidak beraturan.

Permukaan komponen abu vulkanik juga dapat mengandung senyawa kimia bersifat asam seperti sulfur oksida.

Karakteristik tersebut membuat paparan abu vulkanik pada mata dapat menyebabkan sensasi seperti kelilipan, gatal, perih, nyeri, kemerahan, hingga sensitif terhadap cahaya.

Pada kondisi berat, paparan abu vulkanik dapat memicu peradangan yang disertai infeksi sekunder.

Serpihan tajam abu vulkanik juga dapat menyebabkan abrasi atau erosi kornea karena menggores dan melukai permukaan mata.

"Biasanya ditandai dengan rasa perih hebat, mengganjal, kemerahan, dan sensitif terhadap cahaya," ucap Sesaria.

Mata Terkena Abu Vulkanik Jangan Dikucek

Sesaria menegaskan masyarakat tidak boleh mengucek mata setelah terkena abu vulkanik karena partikel yang tajam berpotensi semakin melukai permukaan mata.

Gesekan partikel tersebut dianalogikan seperti menggosokkan amplas berukuran mikroskopik pada permukaan mata.

Paparan juga dapat mengenai konjungtiva atau selaput bening mata yang ditandai dengan mata merah, berair, dan mengeluarkan kotoran.

Senyawa kimia yang menyelimuti abu vulkanik juga dapat menyebar ke seluruh permukaan mata apabila mata dikucek sehingga berpotensi memperberat reaksi peradangan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026