HOME  ⁄  Lifestyle

Lawata Fashion Week Pamerkan Tenun Bima kepada Wisatawan dari 15 Negara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lawata Fashion Week Pamerkan Tenun Bima kepada Wisatawan dari 15 Negara
Foto: (Sumber :Salah satu peserta memperagakan busana berbahan tenunan Bima pada Lawata Fashion Week 2026 di kawasan wisata Lawata, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 112 peserta dan menjadi bagian dari rangkaian penyambutan kontingen Sail to Indonesia Yacht Rally 2026 yang membawa 43 wisatawan dari 15 negara ke Kota Bima. ANTARA/Ady Ardiansah..)

Pantau - Lawata Fashion Week 2026 memperkenalkan tenunan khas Bima kepada 43 wisatawan dari 15 negara yang singgah di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian Sail to Indonesia Yacht Rally 2026.

Peragaan busana yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Lawata tersebut diikuti 112 peserta dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Kota Bima dengan seluruh peserta mengenakan busana berbahan utama tenunan khas Bima.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan wisatawan Sail to Indonesia Yacht Rally 2026 yang berada di Kota Bima pada 11–15 September 2026.

Sebanyak 43 wisatawan tersebut datang menggunakan 15 kapal yacht setelah sebelumnya berlayar dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan selanjutnya akan menuju Kabupaten Sumbawa.

Tenun Bima Tampil dalam Busana Modern

Lawata Fashion Week menampilkan tenunan Bima dalam beragam rancangan busana yang memadukan identitas tradisional dengan kreativitas masa kini.

Sebanyak 112 peserta terdiri atas 57 peserta tingkat sekolah dasar, 42 perempuan dewasa, dan 13 laki-laki dewasa.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H. Sukarno mengatakan pengembangan tenunan dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong ekonomi kreatif sekaligus mempertahankan warisan budaya.

“Tenunan khas Bima tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif,” ujarnya.

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin juga berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda dan desainer lokal untuk mengembangkan kreativitas.

“Ini merupakan panggung kreativitas, panggung budaya, dan panggung seni bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya,” tutur Rahman.

Pemerintah Kota Bima berharap karya para desainer lokal nantinya mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Wisatawan Diajak Mengenal Budaya dan Produk Lokal

Kunjungan wisatawan mancanegara turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM melalui bazar yang digelar di sekitar kawasan Pantai Lawata.

Kemeriahan berlanjut melalui Lawata Classic Dangdut Night pada 12 September 2026 yang mempertemukan masyarakat setempat dan peserta Sail to Indonesia dalam pertunjukan musik.

Salah seorang perajin UMKM, Rubiah, menyambut positif kedatangan wisatawan karena membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

"Saya sangat senang ada kunjungan wisatawan mancanegara sehingga produk lokal bisa lebih dikenal. Harapannya event seperti ini terus tumbuh dan makin sering digelar," tuturnya.

Wisatawan yang berasal antara lain dari Swedia, Inggris, dan Selandia Baru juga dijadwalkan mengunjungi Car Free Day Amahami, Istana Bima, sentra kriya Kelurahan Ntobo, Kompleks Makam Raja Dana Traha, serta Uma Lengge di Wawo.

Sail to Indonesia Yacht Rally 2026 menetapkan 16 titik persinggahan dalam rangkaian pelayaran yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026.

Kota Bima kembali menjadi salah satu titik persinggahan setelah pernah menjadi tuan rumah kegiatan serupa pada 2007.

“Di Pantai Lawata, potensi itu diwujudkan lewat langkah-langkah anggun para peraga busana. Dari jemari penenun lokal, keanggunan tenun Bima bergerak mengetuk mata dunia,” demikian gambaran mengenai perhelatan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026