HOME  ⁄  Lifestyle

Kurkumin dalam Kunyit Bantu Menjaga Kesehatan Usus dan Mendukung Pencernaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kurkumin dalam Kunyit Bantu Menjaga Kesehatan Usus dan Mendukung Pencernaan
Foto: (Sumber :Bubuk dan akar kunyit yang berwarna cerah di atas permukaan kayu gelap, menekankan aroma rempah alami. (Pexels-Karl Solano).)

Pantau - Kunyit mengandung kurkumin yang disebut memiliki manfaat bagi kesehatan usus, termasuk membantu mengurangi peradangan dan mendukung keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.

Ahli gizi terdaftar Kristen Lorenz, RD, menjelaskan kurkumin merupakan senyawa dalam kunyit yang memiliki efek anti-inflamasi.

“Kurkumin membantu melindungi lapisan usus dengan mengurangi peradangan,” kata Lorenz dalam siaran Real Simple pada Rabu (16/9/2026).

Efek anti-inflamasi kurkumin disebut dapat membantu mengurangi risiko kondisi peradangan pencernaan serta memberikan manfaat bagi bakteri usus.

Kunyit Dukung Keseimbangan Bakteri Usus

Lorenz menjelaskan kunyit dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus sekaligus menghambat patogen berbahaya.

Kondisi tersebut membantu menjaga keseimbangan ekosistem usus yang berperan dalam pencernaan, penyerapan nutrisi, dan pengaturan sistem kekebalan tubuh.

Mikrobioma yang seimbang juga berkaitan dengan kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Selain kandungan kurkumin, kunyit disebut dapat merangsang produksi empedu, yakni cairan yang dibuat oleh hati dan berperan dalam proses pencernaan.

“Empedu sangat penting untuk memecah lemak dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yang meliputi vitamin A, D, E, dan K,” kata Lorenz.

Peningkatan aliran empedu juga disebut membantu mendukung pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobioma dengan mengurangi bakteri berbahaya di usus kecil.

Konsumsi Kunyit Tak Perlu Berlebihan

Lorenz mengatakan kunyit cukup ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam makanan karena manfaatnya bagi usus bersifat kumulatif.

Kesehatan usus juga dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk asupan serat, hidrasi, pengelolaan stres, serta keragaman makanan yang dikonsumsi.

Kunyit dapat dikombinasikan dengan kebiasaan yang mendukung kesehatan usus, seperti mengonsumsi prebiotik dan probiotik, mencukupi kebutuhan serat, serta mengurangi makanan olahan.

Kunyit dapat dicampurkan ke dalam smoothie bersama buah seperti mangga dan pisang, kefir yang kaya probiotik, serta lada hitam.

Teh kunyit juga dapat menjadi pilihan minuman, sementara kunyit dalam jumlah kecil bisa ditambahkan ke nasi goreng, telur orak-arik, quiche, maupun omelet untuk memberikan warna dan rasa.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026