
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta perguruan tinggi dan mahasiswa ikut menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia melalui pelestarian, penelitian, dan pengembangan karya yang berakar pada kebudayaan.
Fadli menyampaikan hal tersebut dalam acara puncak Gebyar Nusantara 2026 di kampus IPB University, Bogor, Jawa Barat.
"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan lahir dari perjalanan peradaban yang sangat panjang. Keragaman itu tidak cukup hanya kita kenali, tetapi perlu kita majukan bersama," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan yang diterima di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
"Perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi penting untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia," katanya.
Kampus Didorong Terlibat dalam Pemajuan Kebudayaan
Fadli mengatakan pelestarian dan pemajuan kebudayaan dapat mencakup berbagai unsur yang hidup di tengah masyarakat.
Unsur tersebut meliputi bahasa, tradisi lisan, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga kesenian tradisional.
Menteri Kebudayaan juga mengemukakan perlunya pembangunan ekosistem kebudayaan dan ekonomi berbasis kebudayaan yang berkelanjutan.
"Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya," katanya.
IPB Dorong Karya Kreatif Berakar pada Budaya
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana mengatakan Gebyar Nusantara 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan kebudayaan bangsa.
"Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru Tanah Air," katanya.
Deni mengatakan kampus diharapkan dapat menjadi ruang untuk menjaga, meneliti, sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.
"Kami ingin kampus ini menjadi tempat untuk menjaga, meneliti, dan mengembangkan kebudayaan bangsa, sehingga kegiatan ini dapat melahirkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya dan memiliki daya saing global," ia menambahkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




