HOME  ⁄  Lifestyle

Kementerian Pariwisata Dorong Agen Perjalanan Sediakan Paket Wisata Batik Berbasis Pengalaman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Pariwisata Dorong Agen Perjalanan Sediakan Paket Wisata Batik Berbasis Pengalaman
Foto: (Sumber :Peserta kegiatan wisata kreatif mengamati batik yang dipamerkan pada acara Taste & Create in Betakan di Omah Tumbuh Betakan, Moyudan, Sleman, D.I Yogyakarta, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko).)

Pantau - Kementerian Pariwisata mendorong pelaku usaha pariwisata, termasuk agen perjalanan dan operator tur, menyediakan paket wisata batik berbasis pengalaman agar wisatawan dapat mengenal proses produksi hingga filosofi batik secara langsung.

Wisatawan Bisa Belajar Membatik hingga Tinggal di Sentra Batik

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan wisatawan saat ini menyukai kegiatan wisata yang menghadirkan pengalaman mengesankan.

Menurut Made, pelaku usaha dapat menawarkan lokakarya singkat membatik selama dua jam maupun tur setengah hari ke pusat produksi batik yang dilengkapi kegiatan membatik.

Paket tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman budaya lokal secara langsung kepada wisatawan.

Penyelenggara wisata juga dapat menawarkan pengalaman tinggal selama beberapa hari di daerah sentra batik dengan melibatkan perajin lokal.

Made mengatakan layanan wisata berbasis pengalaman sekaligus dapat menjadi sarana untuk mengenalkan dan mempromosikan batik kepada wisatawan.

"Wisatawan yang paham filosofi akan lebih menghargai harga batik tulis," katanya.

Pekalongan hingga Jambi Direkomendasikan Jadi Tujuan Wisata Batik

Kementerian Pariwisata merekomendasikan Pekalongan, Solo, Sragen, Yogyakarta, Cirebon, Madura, dan Jambi sebagai daerah tujuan wisata batik.

Wisatawan dapat diajak menyusuri kawasan perkampungan untuk melihat secara langsung aktivitas para perajin dalam menghasilkan batik.

"Wisatawan bisa diajak jalan kaki pelan menyusuri gang kampung, masuk ke rumah perajin satu per satu, lihat canting, pewarnaan, jemuran," kata Made.

Konsep wisata tersebut juga diharapkan membuat wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di kampung batik.

Semakin lama wisatawan berada di kawasan tersebut, peluang pembelian produk dari perajin setempat juga semakin besar.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026