HOME  ⁄  Lifestyle

Studi Ungkap Rutinitas Tidur, Makan, dan Bersosialisasi yang Teratur Berkaitan dengan Kesehatan Lebih Baik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Studi Ungkap Rutinitas Tidur, Makan, dan Bersosialisasi yang Teratur Berkaitan dengan Kesehatan Lebih Baik
Foto: (Sumber :Arsip Foto - Sejumlah warga berolahraga pagi pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Holtekamp Kota Jayapura, Papua. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati).)

Pantau - Keteraturan aktivitas sehari-hari, mulai dari tidur, makan, hingga bersosialisasi, berkaitan dengan lebih sedikit gejala depresi, keluhan nyeri, dan indeks massa tubuh yang lebih rendah, menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Behavioral Medicine.

Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara keteraturan ritme sosial dan sejumlah indikator kesehatan, terutama pada kelompok orang dewasa berusia lanjut.

Direktur Program Psikofisiologi Terapan Saybrook University, Amerika Serikat, Eric Willmarth, PhD, mengatakan jadwal kegiatan yang konsisten berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

"Tingkat keteraturan yang tinggi dalam jadwal harian seperti waktu tidur, waktu makan, dan aktivitas sosial lainnya berkaitan dengan lebih sedikitnya gejala depresi, berkurangnya keluhan rasa nyeri, serta nilai indeks masa tubuh yang lebih rendah," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple, Minggu (18/10/2026).

Rutinitas Teratur Berkaitan dengan Gejala Depresi dan Nyeri yang Lebih Rendah

Menurut studi tersebut, orang dewasa berusia lanjut yang memiliki jadwal tidur, makan, dan aktivitas sosial lebih teratur cenderung melaporkan lebih sedikit keluhan nyeri dan gejala depresi.

Keteraturan aktivitas juga ditemukan berkaitan dengan nilai indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan atau korelasi, bukan membuktikan bahwa rutinitas yang teratur secara langsung menyebabkan peningkatan kesehatan.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi sekaligus pendiri Mycelia Therapy, Giulia P. Davis, mengatakan hasil penelitian itu sejalan dengan pengamatannya dalam praktik klinis.

Menurut Davis, otak dan tubuh umumnya dapat berfungsi lebih baik ketika seseorang memiliki gambaran mengenai aktivitas yang akan dijalani.

Jadwal Harian Dapat Membantu Mengurangi Kecemasan

Terapis sekaligus peserta program pascadoktoral bidang psikologi, Courtney Crouse, mengatakan penerapan rutinitas dapat membantu meredakan sejumlah masalah psikologis yang kerap dialami orang berusia lanjut.

Masalah tersebut mencakup kecemasan, gejala depresi, perasaan terisolasi, dan kegelisahan.

Sementara itu, psikoterapis Lindsay Liben menjelaskan bahwa rutinitas dapat mengurangi energi mental yang digunakan untuk mengambil keputusan sehari-hari.

Dengan jadwal yang lebih terstruktur, seseorang dapat mengalokasikan perhatian dan energinya untuk kegiatan yang dianggap lebih menyenangkan dan bermakna.

Para ahli menilai keteraturan aktivitas tidak harus diwujudkan melalui jadwal yang ketat sepanjang hari.

Ahli Sarankan Jadwal Tidur dan Makan yang Konsisten

Davis menyarankan masyarakat membangun rutinitas melalui beberapa kegiatan utama yang dilakukan secara konsisten.

Kegiatan tersebut dapat berupa bangun tidur, makan, berolahraga, bersosialisasi, dan tidur pada waktu yang relatif sama setiap hari.

"Ini bukan soal merencanakan setiap detail secara kaku, melainkan tentang menciptakan rutinitas yang cukup agar Anda tetap bisa menjalani hari dengan fleksibel," kata Davis.

Menurutnya, jadwal yang sederhana dan fleksibel dapat membantu seseorang mempertahankan keteraturan tanpa merasa terbebani oleh perencanaan yang terlalu rinci.

Aktivitas Sosial Rutin Dapat Membantu Mengurangi Rasa Terisolasi

Selain jadwal tidur dan makan, Davis menyoroti pentingnya kegiatan sosial yang dilakukan secara teratur.

Aktivitas seperti bertemu teman, berjalan santai bersama tetangga, atau mengikuti kelas olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas mingguan.

"Bertemu teman untuk minum kopi setiap hari, rutin berjalan santai bersama tetangga, atau mengikuti kelas olahraga seminggu sekali dapat memberikan rasa keterikatan sekaligus struktur pada hari Anda," katanya.

Kegiatan tersebut dinilai dapat membantu seseorang mempertahankan hubungan sosial sekaligus membangun pola aktivitas yang konsisten.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa keteraturan rutinitas merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan kesehatan dan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya faktor penentu kondisi fisik maupun mental.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026