
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia di pasar China dengan memanfaatkan momentum kebijakan bebas visa regional yang diterapkan pemerintah China sejak Agustus 2026 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan perjalanan digital, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata untuk memperluas jangkauan promosi Indonesia di China.
Kerja sama tersebut melibatkan platform perjalanan digital Ctrip, Qunar, dan Tuniu, serta maskapai China Southern Airlines dan Xiamen Airlines.
"Kemenpar terus memperkuat promosi di pasar Tiongkok," ujar Ni Luh kepada Xinhua, Kamis (22/10/2026).
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas wisatawan antara Indonesia dan China yang dinilai berpotensi membuka peluang pengembangan sektor pariwisata kedua negara.
Kemenpar Gandeng Maskapai dan Platform Digital untuk Tarik Wisatawan China
Kementerian Pariwisata terus memperluas kerja sama dengan perusahaan perjalanan dan maskapai penerbangan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia.
Kolaborasi dengan Ctrip, Qunar, dan Tuniu dilakukan sebagai bagian dari strategi promosi melalui layanan perjalanan digital yang digunakan wisatawan China.
Sementara itu, kerja sama dengan China Southern Airlines dan Xiamen Airlines diharapkan dapat mendukung akses penerbangan antara kedua negara.
Kemenpar menilai peningkatan mobilitas wisatawan berpotensi mendorong penambahan rute serta frekuensi penerbangan langsung dari China menuju Indonesia.
Berdasarkan data Amadeus yang dikutip Kemenpar, kapasitas penerbangan langsung dari berbagai kota di China menuju Indonesia mencapai sekitar 1,9 juta kursi hingga Oktober 2026.
Ketersediaan kursi penerbangan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.
Selain memperkuat konektivitas udara, pemerintah juga berupaya memperluas akses informasi mengenai destinasi dan layanan wisata Indonesia.
Wisatawan China Jadi Penyumbang Kunjungan Terbesar Ketiga pada Agustus 2026
China menjadi salah satu pasar utama pariwisata Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Kemenpar mencatat wisatawan asal China menempati posisi ketiga sebagai penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia pada Agustus 2026.
Jumlah kunjungan wisatawan China pada periode tersebut mencapai sekitar 162.600 orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 15,6 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus 2025.
" China adalah salah satu pasar utama kami. Pada Agustus 2026, wisatawan China menjadi penyumbang kunjungan terbesar ketiga dengan sekitar 162,6 ribu kunjungan, tumbuh sekitar 15,6 persen dibandingkan Agustus 2025," ungkap Ni Luh.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk terus meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di pasar China.
Kemenpar juga melihat peluang peningkatan kunjungan melalui penguatan kerja sama industri dan kemudahan perjalanan antara kedua negara.
Kebijakan Bebas Visa China dan QRIS Antarnegara Dukung Kemudahan Perjalanan
Pemerintah Indonesia turut memanfaatkan kebijakan bebas visa regional yang diberlakukan China bagi rombongan wisatawan dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Menurut Ni Luh, kebijakan tersebut dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui peningkatan aktivitas perjalanan.
Pergerakan wisatawan yang semakin aktif juga berpotensi mendorong pengembangan konektivitas penerbangan langsung antara Indonesia dan China.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus meningkatkan kemudahan transaksi bagi wisatawan melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara Indonesia-China.
Layanan pembayaran lintas negara tersebut mulai diberlakukan pada 30 April 2026.
Penerapan QRIS Antarnegara menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fasilitas pendukung perjalanan wisata.
Kemudahan pembayaran dan akses transportasi diharapkan dapat mendukung kenyamanan wisatawan selama melakukan perjalanan.
Promosi Wisata Indonesia Diperluas ke Destinasi Selain Bali
Kementerian Pariwisata berencana memperluas promosi destinasi Indonesia agar wisatawan China memiliki lebih banyak pilihan perjalanan.
Promosi tidak hanya difokuskan pada Bali yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara.
Kemenpar juga mendorong pengembangan paket wisata ke berbagai daerah yang memiliki potensi wisata bahari, alam, budaya, dan kebugaran atau wellness.
Diversifikasi destinasi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan lebih banyak pilihan wisata Indonesia kepada pasar internasional.
Melalui kerja sama dengan pelaku industri pariwisata, pemerintah berharap informasi mengenai destinasi dan paket perjalanan dapat semakin mudah diakses wisatawan China.
Penguatan promosi juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata ke berbagai daerah.
"Kami berharap kolaborasi pemerintah dan industri kedua negara semakin mempermudah akses informasi dan perjalanan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia," tambah Ni Luh.
Kemenpar akan terus mengembangkan kolaborasi dengan perusahaan perjalanan, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata bagi wisatawan China.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




