
Pantau - Museum Tembok Besar China di kawasan Badaling, Beijing, resmi kembali dibuka untuk masyarakat pada Sabtu (24/10/2026) setelah menjalani renovasi sejak April 2022, dengan menghadirkan lebih dari 700 artefak yang menggambarkan sejarah dan perkembangan peradaban China.
Pembukaan kembali museum tersebut ditandai dengan upacara peresmian yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026), sehari sebelum museum mulai menerima kunjungan masyarakat umum.
Museum yang terletak di kaki Tembok Besar China seksi Badaling itu menempati bangunan dengan luas sekitar 16.000 meter persegi.
Melalui ruang pamer permanennya, museum menghadirkan berbagai koleksi yang menggambarkan sejarah, budaya, serta nilai-nilai yang melekat pada Tembok Besar China.
Museum Tembok Besar China Pamerkan Lebih dari 700 Artefak
Museum Tembok Besar China menampilkan lebih dari 700 artefak bersejarah dalam ruang pamer permanen yang telah disiapkan setelah renovasi.
Koleksi tersebut juga mencakup artefak yang berasal dari 24 museum di berbagai wilayah China.
Pameran ini dirancang untuk memperlihatkan perjalanan sejarah Tembok Besar China sekaligus menjelaskan peran bangunan tersebut dalam perkembangan peradaban negara itu.
Berbagai benda bersejarah yang dipamerkan menjadi bagian dari penyajian informasi mengenai nilai budaya dan sejarah yang berkaitan dengan Tembok Besar.
Selain menampilkan koleksi artefak, museum tersebut juga menyoroti kedudukan Tembok Besar sebagai simbol persatuan nasional China.
Pengunjung dapat mengamati beragam koleksi yang disusun dalam ruang pamer untuk mengenal lebih jauh sejarah salah satu bangunan bersejarah paling dikenal di dunia tersebut.
Renovasi Museum Berlangsung Sejak April 2022
Museum Tembok Besar China pertama kali dibuka untuk umum pada 1994 sebagai fasilitas yang memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Tembok Besar.
Setelah beroperasi selama hampir tiga dekade, museum tersebut ditutup pada April 2022 untuk menjalani proses renovasi.
Pekerjaan renovasi berlangsung selama sekitar empat tahun sebelum museum kembali diresmikan pada Oktober 2026.
Upacara pembukaan kembali pada Jumat (23/10/2026) menandai selesainya proses renovasi tersebut.
Sejumlah dokumentasi dari kantor berita Xinhua memperlihatkan suasana upacara peresmian serta pengunjung yang mengamati berbagai koleksi di ruang pamer museum.
Dalam dokumentasi tersebut, sejumlah pengunjung terlihat mengambil foto dan merekam video artefak yang dipamerkan.
Museum di Kawasan Badaling Kembali Terima Kunjungan Wisatawan
Museum Tembok Besar China berada di kaki kawasan Tembok Besar seksi Badaling yang terletak di Beijing.
Lokasi tersebut menempatkan museum di kawasan yang berkaitan langsung dengan sejarah Tembok Besar China.
Dengan dibukanya kembali museum pada Sabtu (24/10/2026), masyarakat dan wisatawan dapat kembali mengakses fasilitas pameran yang sebelumnya ditutup selama renovasi.
Keberadaan lebih dari 700 artefak dan koleksi dari 24 museum memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mempelajari sejarah Tembok Besar melalui berbagai benda peninggalan.
Museum tersebut juga menghadirkan informasi mengenai peran Tembok Besar dalam sejarah kebudayaan serta pembentukan identitas nasional China.
Pembukaan kembali Museum Tembok Besar China menandai beroperasinya kembali fasilitas pendidikan sejarah dan budaya yang telah berdiri sejak 1994 tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




