HOME  ⁄  Lifestyle

Tren Kidulting Makin Populer, Orang Dewasa Kembali Gemari Mainan dan Hobi Masa Kecil untuk Mengurangi Stres

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tren Kidulting Makin Populer, Orang Dewasa Kembali Gemari Mainan dan Hobi Masa Kecil untuk Mengurangi Stres
Foto: (Sumber :Arsip foto - Pengunjung melihat koleksi barang klasik yang dipajang di Galeri Kapsul Waktu Nusantara di Padang, Sumatera Barat, Rabu (9/9/2026). Galeri independen berkonsep warung tempo dulu itu mengumpulkan berbagai produk konsumsi, mainan, kosmetik, media cetak, buku, hingga barang elektronik klasik dari era 1960-an hingga 1990-an dan dibuka gratis 24 jam sebagai ruang bernostalgia, berdiskusi, serta wadah merawat memori kolektif masa lalu. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/wsj.)

Pantau - Tren kidulting, yakni kebiasaan orang dewasa kembali menikmati permainan dan hobi masa kecil, semakin populer karena dinilai dapat menghadirkan kebahagiaan, membantu mengurangi stres, serta memberikan kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas sehari-hari.

Fenomena tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari mengoleksi mainan, merakit balok, bermain gim, menggambar, membuat kerajinan tangan, hingga menghadiri acara bertema anime dan komik.

Berdasarkan laporan Real Simple pada Kamis (29/10/2026), survei Harris Poll bertajuk The Rise of Kidulting Report menemukan bahwa 80 persen orang dewasa yang disurvei melakukan aktivitas bermain.

Persentase tersebut meningkat menjadi 95 persen di kalangan Generasi Z, menunjukkan tingginya keterlibatan kelompok usia muda dalam kegiatan yang identik dengan masa kanak-kanak.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lolly Coleman, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dapat membantu orang dewasa mengingat kembali pengalaman menyenangkan ketika masih kecil.

Survei Harris Poll Ungkap 80 Persen Orang Dewasa Masih Gemar Bermain

Lembaga riset dan analisis pasar Harris Poll melakukan survei terhadap 2.158 warga Amerika Serikat berusia 18 tahun ke atas pada 25–27 Juni 2026.

Survei tersebut membagi responden menjadi empat kelompok generasi berdasarkan rentang usia.

Generasi Z mencakup responden berusia 18–29 tahun, sedangkan generasi milenial berada pada rentang usia 30–45 tahun.

Generasi X mencakup kelompok usia 46–61 tahun, sementara generasi boomer terdiri atas responden berusia 62 tahun ke atas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh responden dewasa masih melakukan aktivitas bermain.

Di kalangan Generasi Z, jumlah responden yang melakukan kegiatan tersebut mencapai 95 persen.

Dalam survei tersebut, aktivitas bermain tidak terbatas pada permainan anak-anak, tetapi juga mencakup kegiatan kreatif dan hiburan bertema tertentu.

Kegiatan yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain membuat kerajinan tangan, bermain gim, menghadiri acara anime atau komik, serta mengunjungi bar dan restoran bertema.

Kidulting Dinilai Membantu Orang Dewasa Mengurangi Stres

Istilah kidulting berasal dari gabungan dua kata bahasa Inggris, yakni kid yang berarti anak-anak dan adult yang berarti dewasa.

Fenomena ini menggambarkan kebiasaan seseorang yang telah dewasa untuk kembali melakukan aktivitas yang disukai ketika masih kecil.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lolly Coleman, mengatakan kegiatan tersebut dapat membangkitkan kembali ingatan mengenai kebebasan dan kesenangan pada masa kanak-kanak.

"Dengan melakukan aktivitas atau hobi yang dinikmati saat kecil, seseorang mengingatkan otaknya pada kebebasan dan kesenangan yang pernah dirasakan," kata Coleman.

Coleman yang menjabat sebagai direktur kualitas dan keterlibatan penyedia layanan di Rula menjelaskan bahwa pengalaman tersebut dapat membantu seseorang merasa lebih bahagia.

Menurutnya, aktivitas bermain juga dapat membantu orang dewasa lebih menikmati momen yang sedang dijalani.

Kegiatan sederhana yang pernah dilakukan saat kecil dapat menjadi pilihan hiburan di tengah berbagai tanggung jawab kehidupan dewasa.

Menggambar dan Merakit Mainan Bisa Jadi Alternatif Aktivitas Tanpa Layar

Selain menghadirkan nostalgia, kidulting dapat dilakukan melalui kegiatan yang tidak bergantung pada perangkat digital.

Aktivitas seperti menggambar, merakit mainan, dan membuat kerajinan tangan menjadi contoh kegiatan yang dapat dilakukan tanpa terus-menerus menatap layar.

Coleman mengatakan aktivitas yang melibatkan penggunaan tangan dapat memberikan rasa tenang karena berkaitan dengan pengalaman menyenangkan pada masa kecil.

Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi orang dewasa untuk mengalihkan perhatian dari perangkat digital.

Pilihan aktivitas dapat disesuaikan dengan minat masing-masing, baik melalui kegiatan seni, permainan, maupun koleksi barang.

Dengan demikian, kidulting tidak harus dilakukan melalui pembelian mainan atau barang koleksi yang mahal.

Terapis Ingatkan Hobi Masa Kecil Jangan Ganggu Keuangan dan Tanggung Jawab

Meski memiliki manfaat bagi kesejahteraan emosional, Coleman mengingatkan bahwa kebiasaan kidulting tetap perlu dilakukan secara seimbang.

Orang dewasa disarankan menyesuaikan kegiatan tersebut dengan kondisi keuangan dan tanggung jawab sehari-hari.

Hobi yang awalnya bertujuan menghadirkan kesenangan dapat menjadi masalah apabila mulai mengganggu kewajiban penting.

Pengeluaran untuk membeli mainan, barang koleksi, atau perlengkapan hobi juga perlu diperhatikan agar tidak membebani keuangan.

Coleman menekankan bahwa kegiatan bermain sebaiknya tetap menjadi aktivitas yang memberikan kebahagiaan tanpa mengorbankan kebutuhan utama.

Ia menyarankan orang dewasa untuk terus menikmati minat masa kecil selama kegiatan tersebut tidak menghambat pelaksanaan tanggung jawab.

Fenomena kidulting menunjukkan bahwa kegiatan bermain tidak hanya dilakukan anak-anak, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pilihan hiburan orang dewasa.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026