HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Siapkan Rumah Sakit Baru di Papua Tengah dan Rehabilitasi 54 Puskesmas, Termasuk Ambulans Udara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenkes Siapkan Rumah Sakit Baru di Papua Tengah dan Rehabilitasi 54 Puskesmas, Termasuk Ambulans Udara
Foto: Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley saat bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, Rabu 28/10/2026 (sumber: Humas Pemprov Papua Tengah)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyiapkan dukungan pembangunan rumah sakit tingkat Provinsi Papua Tengah di Nabire, pembangunan rumah sakit baru di lima kabupaten, serta rehabilitasi 54 puskesmas untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Dukungan pemerintah pusat tersebut juga mencakup pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, pengadaan peralatan medis, obat-obatan, hingga rencana penyediaan helikopter ambulans udara untuk menjangkau wilayah terpencil.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan hasil pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Deinas menyampaikan hasil pembahasan tersebut saat dihubungi dari Nabire pada Kamis, 29 Oktober 2026, sekaligus menjelaskan sejumlah prioritas pembangunan kesehatan yang telah diajukan pemerintah daerah.

"Kami telah mengajukan sejumlah prioritas pembangunan sektor kesehatan kepada pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan merespons usulan tersebut, termasuk rencana pembangunan rumah sakit besar di tingkat provinsi dan kabupaten," kata Deinas Geley.

Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan medis sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Kemenkes Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Lima Kabupaten Papua Tengah

Salah satu prioritas utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pembangunan rumah sakit tingkat Provinsi Papua Tengah yang direncanakan berlokasi di Nabire.

Rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di tingkat provinsi melalui penyediaan fasilitas medis yang lebih memadai.

Selain pembangunan rumah sakit provinsi, pemerintah juga membahas rencana pembangunan rumah sakit baru di lima kabupaten, yakni Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Pembangunan rumah sakit di lima kabupaten tersebut ditujukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada fasilitas rumah sakit di pusat provinsi.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengajukan usulan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang hingga kini belum tersedia di sejumlah kabupaten.

Ketersediaan dokter spesialis dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kebutuhan medis masyarakat.

Selain tenaga medis, pemerintah daerah mengusulkan pengadaan peralatan kesehatan dan fasilitas penunjang untuk mendukung pemeriksaan, penanganan, serta pelayanan pasien.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap kepada masyarakat.

Sebanyak 54 dari 117 Puskesmas di Papua Tengah Akan Direhabilitasi

Pada tingkat pelayanan kesehatan dasar, Kementerian Kesehatan disebut siap memberikan dukungan rehabilitasi terhadap 54 puskesmas dari total 117 puskesmas yang berada di Papua Tengah.

Rehabilitasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan sehingga dapat kembali mendukung pelayanan masyarakat secara optimal.

Perbaikan fasilitas puskesmas diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Selain rehabilitasi bangunan, Kemenkes juga merencanakan bantuan peralatan pemeriksaan medis yang dapat digunakan tanpa bergantung pada pasokan listrik.

Peralatan tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting bagi fasilitas kesehatan di Papua Tengah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan listrik dan infrastruktur pendukung.

Bantuan alat kesehatan yang direncanakan antara lain dapat digunakan untuk pemeriksaan darah serta berbagai pemeriksaan medis lainnya.

Pemanfaatannya tidak hanya ditujukan bagi puskesmas, tetapi juga puskesmas pembantu (pustu), pos pelayanan terpadu (posyandu), serta fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat distrik dan kampung.

Dengan dukungan peralatan tersebut, pemeriksaan kesehatan diharapkan tetap dapat dilakukan meskipun fasilitas pelayanan berada di wilayah yang memiliki keterbatasan pasokan listrik.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengusulkan bantuan obat-obatan, perabot, dan perlengkapan penunjang operasional fasilitas kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah mengajukan dukungan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) bagi petugas kesehatan untuk menunjang pelaksanaan pelayanan masyarakat.

Kemenkes Siapkan Helikopter Ambulans Udara untuk Menjangkau Wilayah Terpencil

Selain pembangunan rumah sakit dan rehabilitasi puskesmas, pemerintah pusat juga membahas rencana pengadaan helikopter untuk pelayanan ambulans udara di Papua Tengah.

Helikopter tersebut direncanakan membantu proses evakuasi dan rujukan pasien dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur transportasi darat.

Menurut Deinas, dukungan ambulans udara diperlukan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan infrastruktur transportasi.

Pengadaan helikopter diharapkan dapat mempercepat proses penjemputan pasien yang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit.

Pelayanan ambulans udara tersebut direncanakan mencakup kebutuhan rujukan ibu yang memerlukan pertolongan persalinan, terutama apabila berada di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan darat.

Selain kebutuhan persalinan, helikopter juga direncanakan membantu evakuasi korban kecelakaan dan pasien dengan kondisi darurat lainnya, termasuk yang mengalami patah tulang.

"Ketika ada pasien di suatu wilayah, helikopter bisa menjemput dan membawa pasien ke rumah sakit," ujar Deinas.

Rencana penyediaan ambulans udara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem rujukan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Papua Tengah.

Keberadaan sarana transportasi medis itu diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan geografis dalam proses pemindahan pasien menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah Papua Tengah Diminta Siapkan Lahan Pembangunan Fasilitas Kesehatan

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama delapan pemerintah kabupaten menyiapkan lahan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan fasilitas kesehatan.

Penyiapan lahan menjadi salah satu langkah awal yang diperlukan agar rencana pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dapat ditindaklanjuti.

Keterlibatan pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten dibutuhkan untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan serta mendukung pelaksanaan program peningkatan pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah.

Dukungan yang dibahas bersama Kementerian Kesehatan mencakup penguatan pelayanan kesehatan dari tingkat kampung hingga provinsi melalui pembangunan rumah sakit, rehabilitasi puskesmas, dan pemenuhan sarana medis.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui penyediaan dokter spesialis dan peralatan pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Rencana pengadaan helikopter ambulans udara turut diarahkan untuk memperkuat akses rujukan pasien dari daerah terpencil menuju rumah sakit.

Meski demikian, seluruh program tersebut masih membutuhkan tindak lanjut dan persiapan pelaksanaan, termasuk penyediaan lahan oleh pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten.

Pemerintah berharap dukungan pembangunan rumah sakit, rehabilitasi 54 puskesmas, pemenuhan tenaga medis, serta penyediaan ambulans udara dapat meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua Tengah.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026