
Pantau - Sejumlah makanan seperti telur, kacang kenari, bluberi, jamur, dan alpukat dapat menjadi pilihan menu sarapan untuk membantu mendukung fungsi otak, menjaga daya ingat, serta menunjang konsentrasi sepanjang hari.
Laman kesehatan Health pada Selasa, 3 November 2026, melaporkan bahwa asupan makanan pada pagi hari dapat memengaruhi energi mental dan kemampuan kognitif seseorang.
Ahli gizi Wendy Bazilian, DrPH, RD, menjelaskan bahwa otak membutuhkan nutrisi setelah tubuh tidak memperoleh asupan makanan selama tidur malam.
Karena itu, pemilihan menu sarapan perlu memperhatikan kandungan zat gizi yang mendukung kesehatan otak.
Lima Makanan Sarapan yang Dapat Mendukung Fungsi Otak
1. Kacang Kenari
Kacang kenari menjadi salah satu makanan yang dikaitkan dengan peningkatan kemampuan mengingat dan kecepatan respons.
Sebuah penelitian kecil pada 2025 menemukan bahwa orang dewasa berusia 18–30 tahun yang mengonsumsi sarapan dengan kacang kenari menunjukkan waktu reaksi lebih cepat dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Penelitian tersebut juga menemukan kemampuan mengingat yang lebih baik pada kelompok yang mengonsumsi kacang kenari.
Kacang kenari dapat ditambahkan ke dalam bubur gandum, yoghurt, atau makanan berbahan biji-bijian sebagai bagian dari menu sarapan.
2. Bluberi
Bluberi mengandung senyawa antioksidan yang dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan otak.
Tinjauan sistematis terhadap 13 penelitian pada 2024 menemukan bahwa konsumsi bluberi berpotensi meningkatkan kemampuan mengingat pada anak hingga enam jam setelah dikonsumsi.
Temuan tersebut menunjukkan potensi bluberi sebagai salah satu pilihan buah untuk melengkapi menu sarapan.
3. Telur
Telur mengandung kolin, yaitu nutrisi yang berperan dalam pembentukan asetilkolin.
Asetilkolin merupakan zat penghantar sinyal saraf atau neurotransmiter yang terlibat dalam proses pembelajaran dan pembentukan memori.
Kandungan kolin tersebut menjadikan telur salah satu sumber nutrisi yang dapat mendukung fungsi otak.
4. Jamur
Jamur juga termasuk makanan yang berpotensi membantu menjaga suasana hati dan mengurangi kelelahan mental.
Ahli gizi Maggie Moon, MS, RD, mengatakan konsumsi jamur berpotensi membantu mengurangi penurunan energi mental yang kerap terjadi pada siang hari.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti konsumsi jamur secara langsung dapat menghilangkan kelelahan mental pada setiap orang.
5. Alpukat
Alpukat mengandung lutein, yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan kemampuan mengingat dan memecahkan masalah.
Buah ini juga menyediakan lemak tak jenuh tunggal dan serat yang bermanfaat dalam mendukung kesehatan tubuh.
Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu menjaga aliran darah serta kestabilan kadar gula darah.
Sarapan Bergizi Berperan dalam Menjaga Konsentrasi
Pemilihan menu sarapan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung ketersediaan energi bagi tubuh dan otak setelah tidur malam.
Kandungan nutrisi dalam kacang kenari, bluberi, telur, jamur, dan alpukat memiliki peran berbeda dalam mendukung kesehatan otak.
Kolin pada telur berkaitan dengan proses pembelajaran dan memori, sedangkan antioksidan pada bluberi serta alpukat dikaitkan dengan fungsi kognitif.
Sementara itu, penelitian mengenai kacang kenari menunjukkan potensi manfaat terhadap kemampuan mengingat dan kecepatan reaksi.
Manfaat makanan tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks pola makan secara keseluruhan.
Konsumsi Satu Jenis Makanan Tidak Menjamin Daya Ingat Meningkat
Para ahli mengingatkan bahwa makanan yang dikaitkan dengan kesehatan otak sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Hasil penelitian mengenai manfaat makanan tertentu juga tidak selalu dapat diterapkan secara langsung kepada semua kelompok usia.
Konsumsi satu jenis makanan tidak menjamin peningkatan daya ingat, konsentrasi, atau pencegahan penurunan fungsi kognitif.
Karena itu, variasi makanan dan kecukupan asupan nutrisi tetap menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan otak.
- Penulis :
- Aditya Yohan




