HOME  ⁄  Lifestyle

Air Dingin dan Hangat Sama-Sama Menyehatkan, Kenali Suhu Minum yang Tepat Sesuai Kondisi Tubuh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Air Dingin dan Hangat Sama-Sama Menyehatkan, Kenali Suhu Minum yang Tepat Sesuai Kondisi Tubuh
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang wanita sedang meminum air putih. ANTARA/Siti Zulaikha/am..)

Pantau - Air dingin dan air hangat sama-sama efektif menjaga hidrasi tubuh, tetapi pemilihan suhu air minum sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, aktivitas fisik, dan kebutuhan masing-masing individu.

Berdasarkan informasi kesehatan yang dilansir Health pada Selasa, 3 November 2026, suhu air tidak memberikan perbedaan berarti terhadap kemampuan tubuh menyerap cairan.

Air dingin dinilai lebih membantu ketika seseorang beraktivitas di lingkungan panas, sedangkan air hangat dapat memberikan kenyamanan saat mengalami gejala flu, pilek, atau kedinginan.

Konsumsi air yang cukup tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan karena cairan berperan dalam berbagai proses biologis tubuh.

Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menyebabkan sejumlah keluhan, mulai dari sakit kepala, kelelahan, hingga sembelit.

Air Dingin Membantu Menurunkan Suhu Tubuh Saat Cuaca Panas

Air dingin dapat menjadi pilihan ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik di tengah cuaca panas.

Sebuah penelitian pada 2025 menemukan bahwa konsumsi air dingin lebih efektif menurunkan suhu inti tubuh dan suhu kulit dibandingkan air hangat pada orang yang berolahraga dalam kondisi panas.

Peserta penelitian juga melaporkan tingkat kenyamanan yang lebih baik setelah mengonsumsi air dingin.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa suhu air dapat memengaruhi kenyamanan tubuh dalam kondisi lingkungan tertentu.

Air dingin atau sejuk juga dapat membantu pengaturan suhu tubuh selama olahraga maupun pekerjaan fisik yang berat.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti air dingin selalu lebih baik daripada air hangat untuk kebutuhan hidrasi sehari-hari.

Air Hangat Dapat Meredakan Gejala Flu dan Pilek

Air hangat dapat menjadi pilihan ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau gejala pilek.

Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa minuman panas dapat memberikan rasa lega sementara pada saluran hidung.

Minuman hangat juga dilaporkan membantu meredakan keluhan seperti batuk, bersin, sakit tenggorokan, menggigil, dan kelelahan.

Efek kenyamanan tersebut ditemukan lebih besar dibandingkan minuman serupa yang disajikan pada suhu ruangan dalam penelitian tertentu.

Mengonsumsi air hangat atau teh juga dapat memberikan rasa nyaman ketika tubuh sedang tidak sehat.

Selain itu, minuman hangat dapat membantu mengurangi rasa menggigil saat seseorang berada di lingkungan bersuhu dingin.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman hangat dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung aktivitas fisik dalam kondisi cuaca dingin.

Benarkah Air Dingin Lebih Cepat Menurunkan Berat Badan?

Anggapan bahwa air dingin dapat mempercepat penurunan berat badan belum didukung bukti yang kuat.

Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa konsumsi air dingin dapat meningkatkan laju metabolisme sekitar 4,5 persen.

Namun, peningkatan tersebut bersifat kecil dan berlangsung dalam waktu singkat sehingga pengaruhnya terhadap pembakaran kalori secara keseluruhan sangat terbatas.

Belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa air dingin lebih efektif menurunkan berat badan dibandingkan air hangat atau air bersuhu ruangan.

Sebaliknya, kecukupan cairan secara keseluruhan lebih berkaitan dengan pengelolaan berat badan.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami dehidrasi cenderung memiliki indeks massa tubuh atau BMI lebih tinggi dan lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mereka yang terhidrasi dengan baik.

Minum air dalam jumlah cukup juga dapat membantu sebagian orang mengurangi asupan kalori sehingga mendukung pengelolaan berat badan.

Karena itu, pemilihan suhu air sebaiknya mengutamakan kenyamanan agar kebutuhan cairan harian dapat terpenuhi secara konsisten.

Kebutuhan Air Harian Pria dan Wanita Berbeda

Institut Kedokteran atau Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan asupan air harian yang berbeda bagi pria dan wanita dewasa.

Wanita dewasa dianjurkan memperoleh sekitar 2 hingga 2,7 liter air per hari.

Sementara itu, pria dewasa dianjurkan memperoleh sekitar 2,5 hingga 3,7 liter air per hari.

Kebutuhan cairan tersebut tidak harus seluruhnya dipenuhi melalui air minum karena makanan juga mengandung air.

Buah-buahan dan sayuran dengan kandungan air tinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jumlah cairan yang diperlukan setiap individu juga dapat berbeda bergantung pada aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lingkungan.

Penderita Gigi Sensitif Perlu Memperhatikan Suhu Air

Meskipun air dingin dan hangat sama-sama memberikan hidrasi, beberapa kondisi medis dapat memengaruhi kenyamanan saat mengonsumsinya.

Orang dengan gigi sensitif dapat mengalami rasa nyeri atau ketidaknyamanan ketika meminum air yang terlalu dingin.

Pada sebagian individu, konsumsi air dingin juga dapat memicu sakit kepala.

Sementara itu, penderita gangguan menelan atau masalah pergerakan kerongkongan dapat merasakan perbedaan kenyamanan berdasarkan suhu air yang dikonsumsi.

Karena itu, suhu air minum perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan toleransi masing-masing individu.

Secara umum, air dingin dapat dipilih saat cuaca panas atau berolahraga, sedangkan air hangat dapat membantu meningkatkan kenyamanan ketika sedang sakit atau kedinginan.

Hal terpenting adalah memilih suhu air yang nyaman untuk diminum secara rutin agar tubuh tetap memperoleh cairan yang cukup sepanjang hari.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026