HOME  ⁄  Nasional

Kekeringan Masih Melanda Cilacap, BPBD Salurkan 11,14 Juta Liter Air Bersih untuk 79.430 Warga

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kekeringan Masih Melanda Cilacap, BPBD Salurkan 11,14 Juta Liter Air Bersih untuk 79.430 Warga
Foto: Penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin 2/11/2026 (sumber: BPBD Cilacap)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Hingga Selasa (3/11/2026), BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan sebanyak 2.204 tangki atau setara 11.144.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 79.430 warga yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan distribusi bantuan masih diperlukan karena hujan yang turun belum merata dan belum mampu memulihkan ketersediaan sumber air masyarakat.

"Penyaluran bantuan air bersih masih berlanjut, karena hujan yang turun di wilayah Kabupaten Cilacap belum merata. Hujan lebat baru sekali terjadi yakni pada Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10) pagi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Selasa.

Menurut Taryo, hujan lebat yang terjadi satu kali tersebut belum cukup untuk mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah terdampak.

BPBD pun masih melanjutkan penyaluran bantuan sambil memantau perkembangan kondisi sumber air di berbagai desa.

Sebanyak 79.430 Warga di 105 Desa Terima Bantuan Air Bersih

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, bantuan air bersih yang telah disalurkan menjangkau 35.942 keluarga dengan total penerima manfaat sebanyak 79.430 jiwa.

Puluhan ribu warga tersebut tersebar di 105 desa yang berada dalam wilayah administrasi 20 kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Sebanyak 20 kecamatan penerima bantuan meliputi Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampunglaut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, dan Cimanggu.

Wilayah lainnya adalah Kecamatan Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, Majenang, Karangpucung, dan Sampang.

Luasnya wilayah distribusi menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan di berbagai kecamatan akibat belum pulihnya sumber air masyarakat.

Taryo menjelaskan penyaluran bantuan tersebut didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap serta kontribusi berbagai pihak di luar pemerintah daerah.

Dari total 2.204 tangki yang telah didistribusikan, sebanyak 531 tangki atau setara 2.680.000 liter air bersih bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, sebanyak 1.673 tangki atau setara 8.464.000 liter berasal dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) serta kontribusi pihak lainnya.

"Dari total distribusi tersebut sebanyak 531 tangki atau 2.680.000 liter bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Cilacap, sedangkan 1.673 tangki atau 8.464.000 liter berasal dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai pihak lainnya," kata Taryo.

Dukungan dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga sosial, dan instansi pemerintah turut memperkuat pelaksanaan distribusi bantuan kepada warga terdampak kekeringan.

BPBD Kembali Distribusikan Enam Tangki Air Bersih ke Tiga Kecamatan

BPBD Kabupaten Cilacap kembali menyalurkan bantuan tambahan pada Selasa (3/11/2026) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sumber airnya belum pulih.

Sebanyak enam tangki air bersih didistribusikan ke lima desa di tiga kecamatan dengan dukungan organisasi profesi pendidikan dan pemerintah daerah.

"Hari ini (3/11) kami kembali mendistribusikan enam tangki air bersih ke lima desa di tiga kecamatan," katanya.

Dari enam tangki tersebut, sebanyak tiga tangki berasal dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Koordinator Wilayah Majenang.

Bantuan dari PGRI tersebut disalurkan kepada masyarakat di Desa Bener dan Desa Jenang, Kecamatan Majenang.

Sementara itu, satu tangki bantuan berasal dari Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di SD Negeri 5 Binangun, Kecamatan Bantarsari.

Dua tangki lainnya bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap dan disalurkan kepada masyarakat di Desa Karanggedang serta Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja.

Penyaluran tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan.

BPBD Kabupaten Cilacap juga terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar distribusi bantuan sesuai dengan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

BPBD Siapkan Bantuan Lanjutan dan Penguatan Sarana Air Bersih

Taryo memastikan BPBD Kabupaten Cilacap akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan secara berkala untuk mengetahui kebutuhan bantuan di wilayah terdampak.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan apakah sumber air masyarakat sudah kembali pulih setelah hujan mulai turun atau masih membutuhkan dukungan distribusi air bersih.

Apabila ketersediaan sumber air belum pulih, BPBD akan menyiapkan penyaluran bantuan lanjutan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Selain penanganan darurat, BPBD juga menilai perlunya langkah jangka menengah untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah penguatan sarana penyediaan air bersih agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi bantuan ketika mengalami kekurangan air.

"Kami juga merekomendasikan penguatan sarana penyediaan air bersih sebagai langkah penanganan jangka menengah guna mengurangi kerentanan masyarakat terhadap kekeringan pada masa mendatang," kata Taryo.

Menurut BPBD, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih diperlukan untuk mengurangi risiko kekurangan air yang dapat kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi dampak kekeringan.

BPBD Kabupaten Cilacap akan melanjutkan distribusi bantuan, memantau kondisi sumber air, memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat, serta mendorong penyediaan sarana air bersih untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap kekeringan pada masa mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026