
Pantau - Sebanyak 105 warga dari 35 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya mengungsi akibat banjir di Kecamatan Woyla Barat dan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi banjir mulai membaik pada Selasa (3/11/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat memastikan seluruh warga yang sebelumnya menempati lokasi pengungsian kini sudah meninggalkan tempat penampungan sementara.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Dharmawan mengatakan tidak ada lagi warga yang tercatat mengungsi akibat bencana banjir di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi masyarakat yang mengungsi akibat banjir di Aceh Barat,” kata Dharmawan di Meulaboh, Selasa (3/11/2026).
Sebanyak 105 Warga dari Dua Kecamatan Sempat Mengungsi
Dharmawan menjelaskan bahwa banjir sebelumnya memaksa puluhan keluarga di Kecamatan Woyla Barat dan Sungai Mas meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Di Kecamatan Woyla Barat, sebanyak 20 KK atau 60 jiwa mengungsi di Bale Dayah dan Masjid Napai.
Sementara itu, banjir yang melanda Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, menyebabkan 15 KK atau 45 jiwa harus mengungsi.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan pengungsi dari kedua kecamatan tersebut mencapai 35 KK atau 105 jiwa.
Seluruh pengungsi kini telah kembali ke tempat tinggal masing-masing seiring membaiknya kondisi di wilayah terdampak.
BPBD Aceh Barat Tetap Siagakan Tim Reaksi Cepat
Meski warga telah kembali ke rumah, BPBD Aceh Barat tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi banjir.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) telah dikerahkan untuk memantau situasi di lapangan.
Petugas juga disiagakan di posko utama atau Markas Komando BPBD Aceh Barat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kebutuhan penanganan lanjutan.
Selain melakukan pemantauan, BPBD melaksanakan kaji cepat guna memperbarui data jumlah penduduk dan wilayah yang terdampak bencana.
Langkah tersebut diperlukan agar penanganan darurat dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru di masing-masing lokasi.
Penanganan Banjir Melibatkan TNI, Polri, dan Masyarakat
Dharmawan mengatakan penanganan darurat banjir dilakukan melalui kerja sama berbagai instansi dan unsur masyarakat.
Pihak yang terlibat antara lain Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, BPBD, TNI, Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Barat, serta UKM PK UTU.
Aparatur gampong, pemerintah kecamatan, dan masyarakat setempat juga ikut membantu penanganan dampak banjir.
Sebelumnya, hujan lebat dan luapan sungai menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat, termasuk kawasan permukiman warga.
Banjir juga merendam rumah warga di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, pada Minggu (1/11/2026) malam.
Hingga Selasa (3/11/2026), sebagian besar lokasi banjir dilaporkan telah surut, sementara petugas BPBD tetap memantau kondisi lapangan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




