HOME  ⁄  Lifestyle

Treking Cibaliung Bogor Tawarkan Petualangan Alam, Pendaki Disuguhi Tanjakan Menantang hingga Pesona Air Terjun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Treking Cibaliung Bogor Tawarkan Petualangan Alam, Pendaki Disuguhi Tanjakan Menantang hingga Pesona Air Terjun
Foto: (Sumber :Penulis saat treking di kawasan perbukitan Cibaliung, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Ramadhan Pohan).)

Pantau - Kawasan perbukitan Cibaliung di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menawarkan pengalaman wisata alam melalui jalur trekking yang memadukan tanjakan, jalan berbatu, perkebunan, hutan, sungai, hingga air terjun.

Jalur wisata alam yang menghubungkan kawasan Leuwi Hejo hingga Curug Cibaliung tersebut menjadi pilihan bagi pencinta aktivitas luar ruang yang ingin menikmati suasana perbukitan sekaligus menjelajahi sejumlah destinasi air.

Perjalanan treking kategori menengah di kawasan tersebut umumnya menempuh jarak sekitar 6-7 kilometer pulang-pergi dengan melewati sejumlah titik, seperti Leuwi Hejo, Leuwi Benjol, Leuwi Barong, Leuwi Ceupet, Leuwi Lieuk, Leuwi Lengsa, hingga Cibaliung.

Ketinggian kawasan Desa Karang Tengah mencapai sekitar 529 meter di atas permukaan laut (mdpl), meskipun angka tersebut bukan merupakan elevasi khusus titik Curug Cibaliung.

Perjalanan Dimulai dari JungleLand Menuju Basecamp

Perjalanan menuju kawasan treking dimulai sekitar pukul 07.10 WIB dari JungleLand, yang menjadi titik pertemuan dengan pemandu bernama Egi.

Perjalanan kendaraan menuju basecamp sempat menghadapi kemacetan karena kondisi jalan aspal yang sempit dan harus dilalui kendaraan dari dua arah.

Antrean pertama berlangsung sekitar tujuh menit sebelum kendaraan kembali bergerak melewati jalan perbukitan yang naik turun.

Pemandangan permukiman perlahan berganti dengan kebun dan kawasan hutan, sementara kabut tipis terlihat menggantung di punggung perbukitan.

Kemacetan kembali terjadi sekitar lima menit di jalur menanjak dengan kondisi aspal rusak dan berlubang.

Sekitar lima mobil bak terbuka yang mengangkut wisatawan terlihat mengantre di depan kendaraan rombongan.

Sepanjang perjalanan, berbagai papan penunjuk destinasi wisata terlihat, mulai dari camping ground, Curug Mutiara, Gunung Keramat, glamping, hingga kawasan trekking dan kegiatan keluarga.

Kondisi tersebut menunjukkan kawasan Karang Tengah berkembang menjadi salah satu koridor wisata alam dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Setelah melewati loket, rombongan tiba di basecamp dan bersiap memulai perjalanan.

Pada pukul 08.29 WIB, Egi memimpin doa sebelum seluruh peserta memulai treking.

Tanjakan Kering dan Jalur Perkebunan Menguji Stamina

Hampir satu jam pertama perjalanan diwarnai tanjakan panjang yang menguji stamina peserta.

Kondisi jalur saat itu cenderung kering karena berlangsung pada musim kemarau, dengan permukaan tanah keras, kerikil, bebatuan, dan akar pohon yang menonjol.

Beberapa bagian jalur cukup sempit di sisi lereng sehingga peserta harus memperhatikan pijakan dan menjaga keseimbangan tubuh.

Sepanjang perjalanan, peserta juga menemukan papan peringatan kawasan rawan longsor dan pohon tumbang.

Petunjuk arah menunjukkan jarak menuju sejumlah destinasi, yakni Leuwi Ceupet sekitar 1,5 kilometer, Leuwi Lieuk dua kilometer, dan Cibaliung sekitar 3,3 kilometer.

Pemandangan sepanjang jalur didominasi beragam tanaman perkebunan dan vegetasi hutan, mulai dari durian, alpukat, nangka, bambu, pisang, semak, hingga tanaman merambat.

Pemandu juga memperkenalkan sejumlah tanaman kepada peserta, termasuk belimbing buluh atau belimbing wuluh, daun sintrong yang biasa dikonsumsi sebagai lalapan, serta beberapa jenis buah beri.

Salah satu tanaman durian lokal bahkan dikenal masyarakat dengan sebutan Duren Salak karena memiliki biji berukuran kecil menyerupai biji buah salak.

Kawasan tersebut juga memiliki aktivitas perkebunan kopi robusta yang dikelola masyarakat setempat.

Keberadaan perkebunan tersebut sejalan dengan catatan Kementerian Pertanian mengenai budidaya kopi robusta di wilayah Karang Tengah dan Kecamatan Babakan Madang.

Wisata Alam dan Potensi Ekonomi Masyarakat

Perkembangan wisata di kawasan Cibaliung turut menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui berbagai fasilitas dan aktivitas wisata.

Keberadaan jalur menuju sejumlah curug, kawasan berkemah, serta layanan pemandu menjadi bagian dari aktivitas wisata alam yang berkembang di kawasan perbukitan Bogor tersebut.

Meski demikian, peningkatan jumlah wisatawan juga diikuti kebutuhan perbaikan akses jalan agar mobilitas kendaraan warga dan pengunjung dapat berjalan lebih lancar.

Kondisi jalur yang sempit, kerusakan aspal, serta antrean kendaraan pada akhir pekan menjadi sejumlah tantangan akses menuju kawasan wisata.

Bagi pengunjung, persiapan fisik, penggunaan sepatu treking yang sesuai, serta kepatuhan terhadap arahan pemandu menjadi hal penting sebelum menjelajahi jalur Cibaliung.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026