Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Hadapi Serbuan Fast Fashion, Lewis Emma Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Perkuat Pasar Lokal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hadapi Serbuan Fast Fashion, Lewis Emma Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Perkuat Pasar Lokal
Foto: (Sumber : Seorang pemandu siaran langsung toko Lewis & Emma melakukan pemasaran digital produk baju, celana, hingga berbagai aksesoris anak melalui Shopee Live Shopping di kantor pusat Lewis Emma di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (28/11/2025). /ANTARA/Abdu Faisal.)

Pantau - Jenama fesyen anak lokal Lewis Emma mengutamakan kualitas dan daya tahan produk sebagai strategi untuk melawan fenomena thrifting serta serbuan fast fashion murah yang merugikan pelaku UMKM.

Kualitas Produk sebagai Pertahanan Utama

Owner Lewis Emma, Finna Fidela, menilai pengembangan produk yang tahan lama dan fungsional merupakan pendekatan terbaik menghadapi kompetisi dengan produk murah di lokapasar.

"Kami meyakini bahwa kualitas dan ketahanan bahan adalah pertahanan terbaik melawan produk fast fashion yang murah dan mudah rusak di lokapasar," ungkapnya.

Lewis Emma awalnya memproduksi pakaian untuk usia dua hingga sepuluh tahun, namun kini memperluas jangkauan usia menjadi enam bulan hingga 14 tahun sebagai respons terhadap permintaan pelanggan yang menginginkan kualitas serupa untuk berbagai ukuran.

Untuk menjaga relevansi di pasar, mereka menargetkan peluncuran koleksi baru minimal satu kali setiap bulan.

Layanan Purnajual dan Kepercayaan Konsumen

Perusahaan membangun kepercayaan konsumen melalui kebijakan purnajual yang meminimalkan risiko ketidakpuasan, terutama terkait ketidaksesuaian produk.

"Dalam sistem online, kebijakan pengembalian yang jelas dan mudah diperlukan untuk meyakinkan konsumen agar tidak ragu berbelanja produk di lokapasar," ujarnya.

Layanan pelanggan menjadi prioritas utama dengan penerapan kebijakan customer oriented, termasuk fasilitas penukaran ukuran atau warna secara fleksibel, bahkan di luar mekanisme standar lokapasar melalui prosedur penukaran manual.

Kebijakan tersebut dihadirkan untuk mengatasi kekhawatiran umum pembeli online mengenai risiko ukuran tidak sesuai dan menjadi pendorong tingginya angka repeat order.

Keberadaan toko offline seperti di Kokas berfungsi memperkuat kredibilitas merek sekaligus memudahkan konsumen yang ingin menukar barang secara langsung.

Strategi layanan purnajual itu dikembangkan untuk memperkuat keberlanjutan merek di ranah digital.

Lewis Emma menekankan bahwa respons cepat dalam komunikasi dengan pelanggan sangat penting untuk menjaga rating toko tetap berada di bintang lima dan tidak turun menjadi bintang empat.

Penulis :
Ahmad Yusuf