
Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa wisatawan Nusantara merupakan kekuatan utama sektor pariwisata Indonesia, seiring upaya pemerataan ekonomi melalui preferensi wisata domestik.
"Perlu saya tekankan bahwa wisatawan Nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan," ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Bali, Kamis, 1 Januari 2026.
Kunjungan ke Bandara Ngurah Rai dan Evaluasi Pelayanan Libur Akhir Tahun
Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau pelayanan wisatawan selama puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Area yang ditinjau mencakup konter check-in, konter imigrasi, area makan dan minum, pusat suvenir, serta kantor bea cukai.
Menteri juga menyempatkan diri membagikan cenderamata kepada wisatawan dan mendengarkan langsung kesan mereka mengenai layanan bandara dan pengalaman selama berlibur di Bali.
Selain itu, Menpar meninjau Posko Terpadu di Terminal Keberangkatan Domestik dan menerima paparan mengenai data kunjungan wisatawan serta layanan penerbangan.
Berdasarkan data dari Angkasa Pura Bali dan Pemprov Bali, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga akhir Desember 2025 diperkirakan melebihi 7,05 juta orang, naik 11 persen dibandingkan 6,3 juta pada 2024.
"Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali," ujarnya.
Wisatawan Nusantara Tetap Mendominasi
Meskipun terjadi rekor untuk wisatawan asing, wisatawan Nusantara tetap mendominasi kunjungan ke Bali sepanjang 2025, dengan total 9,28 juta kunjungan.
Namun angka tersebut mengalami penurunan sekitar 700 ribu dibanding tahun 2024.
Menpar menyebut penurunan ini terjadi karena wisatawan domestik tahun ini tersebar ke berbagai destinasi di seluruh Indonesia selama musim libur.
Ia menyatakan optimisme terhadap capaian target nasional sebanyak 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang 2025.
- Penulis :
- Gerry Eka







