HOME  ⁄  Nasional

BTN Kucurkan KPP Rp53,6 Miliar di Bali, Dukung Program Tiga Juta Rumah hingga Perluas Layanan Digital

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BTN Kucurkan KPP Rp53,6 Miliar di Bali, Dukung Program Tiga Juta Rumah hingga Perluas Layanan Digital
Foto: Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan memaparkan kinerja triwulan I-2026 di Denpasar, Bali, Senin 8/6/2026 (sumber: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengucurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp53,6 miliar di Bali hingga Maret 2026 untuk mendukung target pemerintah dalam mempercepat penyediaan tiga juta rumah secara nasional.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, mengungkapkan dana KPP tersebut telah diserap oleh 179 debitur hingga Maret 2026.

Program KPP sendiri diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025 sebagai salah satu instrumen pembiayaan untuk mendukung sektor perumahan.

Skema KPP untuk Pengembang dan UMKM

KPP disalurkan melalui dua skema utama yang menyasar pelaku usaha di sektor perumahan dan masyarakat.

Skema pertama ditujukan kepada pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, serta pedagang bahan bangunan.

Pada skema tersebut, BTN menyediakan plafon kredit mulai Rp500 juta hingga Rp5 miliar dengan suku bunga sebesar 5,99 persen.

Kredit pada skema pertama dapat dimanfaatkan untuk pengadaan tanah, pembelian bahan bangunan, serta pengadaan barang dan jasa yang mendukung pembangunan perumahan.

Sementara itu, skema kedua diperuntukkan bagi pelaku UMKM perorangan yang usahanya telah berjalan minimal enam bulan.

Pada skema kedua, BTN menawarkan plafon kredit mulai Rp10 juta hingga Rp500 juta dengan suku bunga 6 persen dan jangka waktu pembiayaan hingga lima tahun.

Dana dari skema kedua dapat digunakan untuk renovasi rumah, pembangunan rumah, maupun pembelian rumah.

BTN menilai dinamika ekonomi global tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan program KPP.

Menurut BTN, sebagian besar kebutuhan program masih dapat dipenuhi dari dalam negeri sehingga risiko gangguan pasokan relatif terbatas.

Meski demikian, BTN mengakui beberapa komponen industri konstruksi seperti besi dan baja tetap terdampak kondisi ekonomi global.

BTN berharap program tiga juta rumah dapat terserap secara optimal karena suku bunga tidak berubah, angsuran tetap terjangkau, harga rumah telah ditetapkan pemerintah, dan pengembang tidak dapat menaikkan harga rumah secara sembarangan.

KPR Subsidi Tumbuh dan Layanan Digital Diperluas

Kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi BTN pada triwulan I-2026 juga mencatat pertumbuhan positif.

Realisasi KPR subsidi BTN mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year-on-year).

Secara akumulatif, BTN telah menyalurkan 13.244 unit KPR subsidi di Bali.

Penyaluran tersebut menjadikan BTN sebagai salah satu kontributor utama dalam mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di Bali.

Selain sektor perumahan, BTN juga berupaya mendukung sektor pariwisata Bali melalui perluasan layanan digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui aplikasi super app perbankan digital BTN bernama bale.

Aplikasi bale dirancang untuk mempermudah pembayaran bagi wisatawan, mendukung kebutuhan perjalanan wisata, memperkuat ekosistem sektor perumahan dan properti, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membantu pelaku usaha lokal bertransaksi lebih mudah dan nyaman.

Penulis :
Leon Weldrick