Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Fenomena Tanah Bergerak di Blora Meluas hingga Permukiman, Warga dan PUPR Siapkan Tindakan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Fenomena Tanah Bergerak di Blora Meluas hingga Permukiman, Warga dan PUPR Siapkan Tindakan
Foto: (Sumber: Nur Hidayah, warga Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, terdampak tanah bergerak diduga akibat gerusan Sungai Lusi. ANTARA/Gunawan)

Pantau - Fenomena tanah bergerak di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, semakin meluas dan kini mencapai kawasan permukiman warga.

Rekahan tanah baru ditemukan hanya berjarak sekitar satu meter dari rekahan lama yang sudah terbentuk sebelumnya.

Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong, menyampaikan bahwa pergerakan tanah menyebabkan penurunan permukaan dengan kedalaman bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter.

“Bahkan di beberapa lokasi, penurunan terjadi di area yang sebelumnya tidak terdampak. Bahkan kini meluas hingga ke permukiman warga,” ungkapnya.

Permukiman Mulai Terdampak Serius

Sedikitnya tiga rumah dan satu kandang ternak dilaporkan terdampak.

Dua rumah mengalami kerusakan cukup parah, salah satunya bahkan mengalami penurunan tembok hingga 50 sentimeter.

“Panjang area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 200 meter. Namun, pergerakan tanah tidak lagi memanjang, melainkan meluas ke sisi-sisi lain, termasuk ke arah permukiman warga,” tambah Gembong.

Beberapa warga mengalami kerusakan lahan yang cukup signifikan.

Peniwati, salah satu warga, menyatakan bahwa selama satu bulan terakhir ia harus menguruk bagian belakang dapur rumahnya sepanjang 7 meter dan lebar 5 meter menggunakan satu mobil colt dan satu truk material.

Nur Hidayah menyebutkan bahwa tanah di sekitar rumahnya amblas sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter.

Sahid, warga lainnya, menyebutkan lahannya terdampak tanah amblas sepanjang 12 meter dan lebar sekitar 9 meter.

Fenomena Mirip Pernah Terjadi 1998

Warga mengingat peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 1998, di mana tanah ambles hingga kedalaman sekitar 2 meter secara vertikal tanpa bergeser ke arah sungai.

Lantai rumah warga kala itu juga mengalami keretakan serupa seperti saat ini.

Saat ini, penurunan tanah dilaporkan hampir terjadi setiap hari dengan kisaran 2 hingga 3 sentimeter.

Bila hujan deras turun, penurunan bisa mencapai sekitar 5 sentimeter.

“Semoga, pemerintah desa bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta kajian teknis untuk memastikan penyebab pergerakan tanah dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” harap warga.

Inspeksi dan Kajian Segera Dilakukan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah menindaklanjuti keluhan warga.

Fenomena tanah bergerak ini diduga dipicu oleh gerusan aliran Sungai Lusi yang berada di dekat kawasan terdampak.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Blora, Surat, menyampaikan bahwa inspeksi lapangan akan dilakukan pekan depan.

“Minggu depan rencananya akan dilakukan inspeksi dari BBWS Pemali Juana. Sedangkan pihak desa belum menyampaikan laporan resmi terkait kejadian tersebut kepada Dinas PUPR Kabupaten Blora,” jelasnya.

Penulis :
Gerry Eka