Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bupati Karawang Tinjau Lokasi Banjir Akibat Tanggul Sungai Kalimalang Jebol, 400 Keluarga Terdampak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bupati Karawang Tinjau Lokasi Banjir Akibat Tanggul Sungai Kalimalang Jebol, 400 Keluarga Terdampak
Foto: Warga menyaksikan kondisi tanggul sungai Kalimalang yang jebol di wilayah Telukjambe Barat Karawang (sumber: ANTARA/Ali Khumaini)

Pantau - Banjir merendam wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat, akibat jebolnya tanggul Sungai Kalimalang.

Air meluap hingga merendam permukiman warga, terutama di Dusun Cisalak, Desa Margakaya, dengan ketinggian antara 50 hingga 70 sentimeter.

Sekitar 400 keluarga terdampak langsung akibat meluasnya luapan air dari sungai.

Tanggul Jebol Selebar 5 Meter, Evakuasi Warga Dilakukan

Titik tanggul yang jebol berada di wilayah Telukjambe Barat dengan lebar sekitar 5 meter.

Air dari tanggul yang jebol mengalir ke sipon saluran sekunder Cisalak dan merendam kawasan pemukiman.

Kepala BPBD Karawang, Usep Supriatna, menyatakan bahwa petugas telah mengerahkan perahu untuk membantu proses evakuasi.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

"Segera amankan kendaraan dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi," ungkapnya.

BPBD Karawang telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan darurat, termasuk PJT II Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Untuk material penanganan tanggul berupa bronjong dan karung pasir telah dikirimkan ke lokasi, guna mencegah luapan air semakin meluas," ia mengungkapkan.

BPBD juga meminta PJT II Jatiluhur menutup salah satu pintu bendungan yang mengalirkan air ke Sungai Kalimalang.

Bupati Tinjau Lokasi, Ketinggian Air Terus Meningkat

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Telukjambe Barat.

Ia menyebutkan bahwa setelah menerima laporan sekitar pukul 09.20 WIB mengenai pengikisan tanggul, pihaknya langsung menurunkan Dinas PUPR, BPBD, dan Kepala Dinas Sosial bersama PJT II Jatiluhur.

"Kami juga menghaturkan terima kasih kepada pak Gubernur, PJT II, BBWS dan segenap pihak terkait yang selalu cepat tanggap dalam situasi keadaan darurat," ujarnya.

Ketinggian air dilaporkan terus meningkat karena derasnya buangan air dari tanggul yang jebol.

Upaya penanganan masih berlangsung di lapangan guna mengendalikan dampak banjir dan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

Penulis :
Arian Mesa