Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU dan Adhi Karya Bangun Jembatan Permanen Krueng Tingkeum untuk Pulihkan Konektivitas Pascabencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian PU dan Adhi Karya Bangun Jembatan Permanen Krueng Tingkeum untuk Pulihkan Konektivitas Pascabencana
Foto: (Sumber: Pembangunan Jembatan Permanen Duplikasi Krueng Tingkeum. ANTARA/HO-PT Adhi Karya (Persero) Tbk)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan jembatan permanen sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas wilayah pascabencana, salah satunya melalui pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Jembatan Strategis Penghubung Aceh–Sumut Diprioritaskan

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur permanen tetap dijalankan meski sebagian wilayah masih berada dalam tahap tanggap darurat.

“Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di beberapa titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat karena sebagian yang lewat sudah macet, kita tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, karena masyarakat juga butuh logistik”, ujarnya.

Jembatan Krueng Tingkeum dibangun di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, berdampingan dengan jembatan darurat tipe bailey yang telah difungsikan sejak 27 Desember 2025 sebagai solusi sementara setelah akses utama terputus akibat bencana.

Jembatan ini menjadi bagian dari delapan proyek jembatan permanen yang dimulai lebih awal untuk mempercepat pemulihan, serta satu dari 16 jembatan penghubung yang putus di Provinsi Aceh.

Penanganan ini menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara melalui lintas timur Sumatera.

Infrastruktur Jadi Fondasi Pemulihan Ekonomi Daerah

Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menyampaikan bahwa infrastruktur merupakan fondasi utama dalam mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

"Jembatan Krueng Tingkeum berperan strategis sebagai penghubung utama lintas timur Sumatera yang menjadi akses vital bagi aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, distribusi logistik, serta pergerakan ekonomi masyarakat. Pembangunan jembatan permanen ini diharapkan mampu memperlancar kembali arus transportasi darat yang sempat terganggu, memastikan kelancaran jalur logistik, serta mendorong pemulihan perekonomian daerah dan masyarakat secara bertahap pasca bencana", kata Zein.

Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, agar dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan.

Selama masa konstruksi, jembatan bailey yang telah berfungsi akan tetap dioperasikan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

PT Adhi Karya bersama Kementerian PU menyatakan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Penulis :
Aditya Yohan