
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah meluncurkan terobosan berupa platform digital khusus untuk belanja oleh-oleh haji yang terintegrasi dengan produk-produk unggulan dalam negeri.
Pengembangan platform bertujuan memudahkan jamaah haji membeli oleh-oleh tanpa harus berbelanja di Arab Saudi dan memotong rantai pasok agar produk langsung dari produsen lokal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi menyampaikan, "Kami sedang mengembangkan platform oleh-oleh haji. Jadi jamaah belum sampai ke rumah, barang-barang oleh-oleh ini sudah sampai duluan. Kami tidak perlu investasi atau keluar uang banyak ke luar negeri, tapi produknya dibeli di Indonesia," ungkapnya saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Kementerian telah memetakan sejumlah produk unggulan untuk dijadikan oleh-oleh, seperti kurma asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki kualitas nutrisi terbaik ke-7 di dunia.
Produk tasbih yang banyak beredar di pasar Makkah mayoritas berasal dari perajin Jepara, sedangkan cokelat asal Garut dinilai memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh haji.
Jaenal Effendi menegaskan, "Tasbih-tasbih yang ada di Saudi itu ternyata datang dari Jepara. Cokelat dari Garut juga potensial. Ini tugas kami untuk mengidentifikasi dan memetakan produk apa saja yang bisa dijadikan oleh-oleh," ujarnya.
Melalui platform digital, jamaah tidak perlu menenteng oleh-oleh dari Arab Saudi karena barang akan dikirim langsung ke alamat rumah melalui jasa logistik.
Kementerian juga berencana menggelar Expo UMKM Oleh-Oleh Haji yang dibagi dalam tiga zona wilayah Indonesia timur, tengah, dan barat untuk mengurasi produk UMKM yang layak dijual kepada jamaah.
Jaenal Effendi optimistis skema ini akan diminati karena potensi belanja oleh-oleh jamaah sangat besar, rata-rata membawa hingga 20 kilogram barang, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan daerah-daerah sentra produksi di Indonesia.
Platform digital oleh-oleh haji diharapkan menjadi penggerak ekonomi UMKM nasional sekaligus meningkatkan peran produk lokal dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.
- Penulis :
- Aditya Yohan







