HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan Kurikulum Nasional, Digital, dan Berbasis Kearifan Lokal

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan Kurikulum Nasional, Digital, dan Berbasis Kearifan Lokal
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan paparan dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin 20/7/2026 (sumber: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan konsep Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan menggabungkan kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah, serta kurikulum berbasis konteks lokal untuk memperkuat kompetensi murid menghadapi perkembangan global tanpa meninggalkan karakter dan budaya Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan kurikulum SNT dirancang untuk memperkuat kemampuan bahasa asing, penguasaan teknologi digital, dan wawasan global dengan tetap menjadikan kurikulum nasional sebagai dasar penyelenggaraan pembelajaran.

Ia mengungkapkan, "Pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan bahasa asing, penggunaan teknologi digital, wawasan global, budaya dan kearifan lokal, dan potensi daerah. Kami ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai dan budaya luhur Bangsa Indonesia."

Kurikulum Diperkaya Program Unggulan

Kurikulum nasional tetap menjadi fondasi utama sehingga standar, arah, dan capaian pembelajaran nasional menjadi acuan dalam kegiatan belajar mengajar.

Proses pembelajaran di SNT akan mengadopsi pendekatan pembelajaran mendalam.

Kemendikdasmen juga memperkuat kurikulum nasional melalui kurikulum kekhasan sekolah yang disesuaikan dengan karakter, visi, dan kebutuhan peserta didik di masing-masing sekolah.

Program unggulan dalam kurikulum kekhasan sekolah meliputi Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Sports (STEAMS), kepemimpinan, dan bahasa asing.

Selain itu, SNT akan menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum berbasis konteks lokal yang memuat potensi daerah, kearifan lokal, budaya daerah, serta kebutuhan masyarakat sebagai sumber belajar yang bermakna.

SNT juga akan berbasis pada digitalisasi pembelajaran dan memberikan pengayaan melalui perspektif global.

Abdul Mu'ti menegaskan, "Kami tidak menginginkan SNT menjadi ruang kemajuan yang terpisah dari sekolah-sekolah lainnya, melainkan SNT berperan sebagai katalisator bagi sekolah lain di sekitarnya dan SNT harus menjadi mitra bagi sekolah-sekolah di sekitarnya."

Dibangun di 17 Daerah Mulai 2026

Kemendikdasmen menargetkan pembangunan dan pengoperasian SNT jenjang SMP hingga SMA di 17 kabupaten dan kota pada tahun 2026.

Selama proses pembangunan gedung berlangsung, Kemendikdasmen menyiapkan kelas transisi dengan memanfaatkan ruangan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen maupun fasilitas lain yang disediakan pemerintah daerah.

Sebanyak 17 lokasi pembangunan SNT meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Penulis :
Leon Weldrick