
Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya reshuffle kabinet merupakan hal yang logis menyusul kosongnya posisi Wakil Menteri Keuangan.
Kekosongan tersebut terjadi setelah Thomas Djiwandono resmi disetujui DPR RI sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.
"Iya, mungkin (reshuffle) karena Pak Tomi kan ke mana? Ke Deputi kan. Ada yang lowong kan? Ya itu. Kayaknya sih logis saja itu. Kalau itu kan logis aja. Berarti kan harus ada yang diisi," ungkap Qodari kepada wartawan.
Kursi Wakil Menteri Keuangan Kosong, Buka Peluang Reshuffle
Thomas Djiwandono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan secara resmi disetujui DPR RI untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Rapat Paripurna DPR RI.
"Apakah laporan Komisi XI DPR RI dapat disetujui?" tanya pimpinan sidang dalam Rapat Paripurna.
Pertanyaan tersebut dijawab "setuju" secara bulat oleh peserta rapat dan disahkan dengan ketukan palu.
Dengan disetujuinya Thomas oleh DPR, posisi Wakil Menteri Keuangan menjadi kosong, yang membuka peluang bagi Presiden untuk melakukan perombakan atau pengisian jabatan.
Presiden Pegang Kendali Penuh atas Keputusan Reshuffle
Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kriteria tertentu dalam melakukan reshuffle kabinet.
Kriteria tersebut berkaitan dengan kinerja serta pencapaian target yang dibebankan kepada menteri dan wakil menteri.
Qodari menjelaskan bahwa Presiden secara berkala menggelar rapat terbatas untuk memantau perkembangan kinerja para pejabat di kabinet.
"Karena Presiden itu pegang data terus lihat perkembangan-perkembangan," ia mengungkapkan.
Meski demikian, Qodari menyebut keputusan akhir mengenai waktu dan bentuk reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
"Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu," ujarnya.
Setelah disetujui DPR, Thomas Djiwandono dijadwalkan mengikuti pelantikan sebagai Deputi Gubernur BI sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Penulis :
- Arian Mesa








