Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Istiqlal Ikuti Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Istiqlal Ikuti Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
Foto: (Sumber: Puluhan ribu jamaah mengikuti kegiatan Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025-2030 yang dirangkaikan dengan acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Puluhan ribu jamaah memadati kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk mengikuti kegiatan Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk bangsa pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Jamaah yang hadir berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran jamaah sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB bahkan sebagian telah datang sejak waktu subuh.

Jamaah didominasi mengenakan pakaian serba putih dan memenuhi ruang ibadah utama Masjid Istiqlal.

Kepadatan jamaah meluber hingga lantai empat dan lima Masjid Istiqlal.

Berdasarkan data MUI, jumlah jamaah yang hadir mencapai sekitar 56 ribu orang.

Petugas tambahan dari berbagai instansi seperti pemadam kebakaran, petugas kesehatan, dan aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan.

Kendaraan dinas dari berbagai instansi disiagakan di sekitar lokasi acara.

Panitia juga menyiapkan alat pendeteksi logam guna meningkatkan keamanan kegiatan.

Ketua Panitia Pelaksana Nusron Wahid yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI menyebut acara digelar di tengah situasi bangsa yang menghadapi berbagai bencana.

Bencana yang dimaksud meliputi banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar.

Doa bersama dimaksudkan sebagai penguatan spiritual bangsa sekaligus simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Praacara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh Al Mabruk Nusantara.

Penampilan hadroh menghadirkan H Muhammad Zaki Maulana Kamal serta Agus Ragil dari Ahbabul Mustofa Tangerang Raya.

Pada pukul 08.15 WIB acara dibuka secara resmi dengan pembacaan tawasul dan Yasin Fadhilah.

Pembacaan tersebut dipimpin oleh KH Abdul Manan Ghani.

Acara dilanjutkan dengan doa keselamatan bangsa yang dipimpin sejumlah tokoh agama.

Tokoh agama yang memimpin doa antara lain KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.

Memasuki pukul 10.00 WIB, inti acara dimulai dengan penyambutan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Penyambutan dilakukan melalui Mahalul Qiyam atau Shalawat Badar yang dibawakan oleh Al Mabruk.

Seluruh hadirin kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada negara dan bangsa.

Dalam rangkaian acara tersebut dilakukan penyerahan simbolis bantuan rehabilitasi masjid.

Bantuan juga diserahkan untuk 500 rumah marbot dan guru ngaji penyintas bencana di wilayah Sumatera.

Pada kesempatan yang sama dilakukan peresmian Moslem Disaster Rescue MUI melalui penyematan jaket secara simbolis.

Penyematan jaket dilakukan oleh Ketua Umum MUI didampingi Ketua Panitia.

Panitia juga menyerahkan sertifikat pengganti kepada warga yang terdampak bencana.

Pada pukul 10.55 WIB dibacakan Surat Keputusan MUI tentang susunan dan personalia Dewan Pimpinan MUI.

Pembacaan Surat Keputusan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal MUI.

Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan baiat yang dipandu oleh Ketua Umum MUI.

Baiat tersebut menjadi peneguhan amanah kepengurusan MUI masa khidmat 2025–2030.

Rangkaian inti acara ditutup dengan taklimat Presiden Prabowo.

Penulis :
Ahmad Yusuf