
Pantau - Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa khidmat 2025–2030 dalam sebuah acara besar yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama sejumlah tokoh nasional dan puluhan ribu jamaah dari berbagai organisasi masyarakat Islam.
Susunan Lengkap Pengurus dan Kehadiran Tokoh Nasional
Pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan.
"Hasil Musyawarah Nasional ke-11 MUI Tahun 2025 sebagaimana terlampir dalam susunan keputusan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keputusan ini", ujar Amirsyah.
Susunan pengurus MUI 2025–2030 antara lain:
- Ketua Umum: Anwar Iskandar
- Wakil Ketua Umum: Cholil Nafis, Anwar Abbas, Marsyudi Syuhud
- Sekretaris Jenderal: Amirsyah Tambunan
- Wakil Sekjen: Aminuddin Yakub, Muhammad Ziyad, dan lainnya
- Bendahara Umum: Misbahul Ulum
- Bendahara: Rudy Mas'ud, Diana Dewi, dan lainnya
- Dewan Pertimbangan: Nasaruddin Umar, Jimly Asshiddiqie, Hamdan Zoelva, Shafiq A. Mughni, dan lainnya
- Sekretaris Dewan Pertimbangan: Sad Ibrahim
- Wakil Sekretaris: Zainut Tauhid Sa’adi, Zulfa Mustofa, dan lainnya
Acara ini turut dihadiri Presiden Prabowo yang datang sejak pukul 10.00 WIB, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga hadir dan menyambut langsung para pimpinan MUI yang baru dikukuhkan.
Dihadiri Ribuan Jamaah, Istiqlal Dipenuhi Nuansa Putih
Lebih dari 58.000 jamaah dari berbagai ormas Islam memadati kompleks Masjid Istiqlal.
Sebagian besar peserta mengenakan pakaian putih dan telah hadir sejak subuh.
Mereka memenuhi ruang utama masjid hingga lantai empat dan lima untuk menyaksikan langsung momen bersejarah ini.
Acara pengukuhan ini menjadi simbol penguatan kelembagaan Islam di Indonesia serta penguatan sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







