Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jelang Pemilu Bangladesh 2026, KBRI Dhaka Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan dan Hindari Keramaian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jelang Pemilu Bangladesh 2026, KBRI Dhaka Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan dan Hindari Keramaian
Foto: (Sumber: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Listyowati menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) kepada Presiden Republik Rakyat Bangladesh Mohammed Shabuddin di Bangabhaban, Dhaka, Kamis (22/1/2026). (ANTARA FOTO/HO-KBRI Dhaka).)

Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Bangladesh untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang pemilu nasional negara tersebut yang akan digelar pada 12 Februari 2026.

Imbauan ini disampaikan menyusul situasi politik yang dinilai masih sensitif pasca tumbangnya pemerintahan Sheikh Hasina pada pertengahan 2024.

“Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pemilu Bangladesh pada 12 Februari 2026, KBRI Dhaka mengimbau kepada WNI di Bangladesh untuk senantiasa memonitor perkembangan situasi dan perlu tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan,” demikian pernyataan resmi KBRI Dhaka.

WNI Diminta Hindari Keramaian dan Simpan Kontak Darurat

Meskipun situasi keamanan saat ini dinyatakan masih aman dan aktivitas warga Bangladesh berlangsung normal, KBRI Dhaka tetap mengingatkan WNI agar tidak lengah dan mengambil langkah antisipatif.

Adapun beberapa imbauan penting yang disampaikan antara lain:

  • Menghindari tempat-tempat keramaian dan pusat konsentrasi massa.
  • Selalu mengikuti informasi dari sumber resmi.
  • Menyimpan dan siap menggunakan nomor hotline KBRI jika terjadi situasi darurat.
  • Nomor hotline KBRI Dhaka yang dapat dihubungi adalah +880-1614-444-452.

KBRI juga mengingatkan bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu nasional pertama sejak Liga Awami yang dipimpin Sheikh Hasina dilarang ikut serta, menjadikan pemilu ini sebagai titik balik penting dalam transisi politik Bangladesh.

Pemilu Serentak dan Referendum Konstitusi Digelar Bersamaan

Lebih dari 100 juta warga Bangladesh tercatat memiliki hak pilih dalam pemilu 2026, menjadikan pemungutan suara ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Masa kampanye berlangsung sejak 22 Januari hingga 10 Februari, dan hasil awal pemilu dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama dengan pemungutan suara, yakni 12 Februari 2026.

Selain pemilu legislatif dan presiden, Bangladesh juga menggelar referendum konstitusi secara bersamaan, sehingga proses penghitungan suara diperkirakan memakan waktu lebih panjang.

Dua partai besar yang bersaing dalam pemilu kali ini adalah Partai Nasional Bangladesh (BNP) dan Jamaat-e-Islami, menyusul pelarangan Liga Awami.

KBRI Dhaka sebelumnya juga aktif merespons berbagai kejadian darurat yang melibatkan WNI di Bangladesh, termasuk gempa bumi dan kerusuhan.

Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, Listyowati, telah menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh Mohammed Shabuddin pada 22 Januari 2026, menandai penguatan hubungan bilateral di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti