
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan hujan lebat menyebabkan luapan sungai yang merendam permukiman warga di lereng Gunung Tambora, Kabupaten Bima.
Peristiwa banjir tersebut terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan dilaporkan oleh Kepala BPBD NTB Sadimin dari Mataram pada Senin.
Sadimin menyatakan, "Sebanyak 23 rumah yang terdiri dari 23 kepala keluarga atau 69 jiwa terdampak banjir," ungkapnya.
Banjir terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 14.35 WITA.
Sadimin menjelaskan banjir dipicu kiriman air dari wilayah pegunungan yang menyebabkan debit air sungai meningkat secara drastis.
Luapan sungai tersebut kemudian menggenangi permukiman warga di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.
Desa Oi Panihi diketahui berada di sebelah barat laut Gunung Tambora.
Kerugian material berupa kerusakan infrastruktur umum dan lahan pertanian milik warga hingga kini masih dalam proses pendataan.
Sadimin mengatakan, "Kerugian material lainnya seperti kerusakan infrastruktur umum maupun lahan pertanian milik warga, saat ini masih dalam proses pendataan," ungkapnya.
Kebutuhan mendesak warga terdampak saat ini adalah bantuan logistik.
BPBD NTB telah melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bima dan pemangku kepentingan lainnya untuk penanganan bencana banjir.
Tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Bima, unsur TNI dan POLRI, aparatur kecamatan dan desa, Taruna Siaga Bencana, serta masyarakat setempat.
Upaya kaji cepat, penanganan darurat, pelaporan, dan diseminasi informasi terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan efektif.
BPBD NTB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah Nusa Tenggara Barat masih berada pada puncak musim penghujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Sadimin mengingatkan, "Warga diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan dan memantau debit aliran air di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi dini," ungkapnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, curah hujan masih tinggi di Nusa Tenggara Barat pada awal Februari 2026.
BMKG memprakirakan hujan lebat berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Lombok, Sumbawa, dan Bima pada periode 1 hingga 10 Februari 2026.
Curah hujan pada periode dasarian pertama Februari tersebut diperkirakan di atas 100 milimeter dengan peluang mencapai 50 hingga 70 persen.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan kategori menengah hingga lebat meliputi sebagian besar Kabupaten Lombok Utara, sebagian wilayah Lombok Timur, Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, serta Kabupaten Bima bagian utara.
- Penulis :
- Aditya Yohan







