Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Singkawang Akan Sidak SPPG Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkot Singkawang Akan Sidak SPPG Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Foto: Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti (sumber: ANTARA/Narwati)

Pantau - Pemerintah Kota Singkawang akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul dugaan kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa MAN Model Singkawang.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh SPPG beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami akan melakukan sidak ke sejumlah SPPG untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu", kata Dwi Yanti di Singkawang, Selasa (10/2).

Pemeriksaan akan meliputi proses pengolahan makanan, perizinan, kebersihan lingkungan dapur, rantai distribusi, serta penerapan standar higienitas dan keamanan pangan.

Dwi Yanti menegaskan bahwa Pemkot Singkawang berkomitmen memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar benar-benar memberikan manfaat tanpa risiko kesehatan.

Dugaan Keracunan Dialami 56 Siswa MAN Model Singkawang

Sebelumnya, sebanyak 56 siswa MAN Model Singkawang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis pada Kamis (5/2).

Dari jumlah tersebut, 25 siswa menjalani perawatan inap yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, dan klinik di Kota Singkawang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung memantau kondisi siswa yang dirawat di Rumah Sakit Sa’adah, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, pada Jumat (6/2).

"Kedatangan saya ke rumah sakit ini setelah menerima laporan adanya siswa MAN Model yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG", kata Tjhai Chui Mie.

Ia berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan para siswa, gejala yang dirasakan meliputi pusing, sakit perut, mual, dan muntah.

"Gejalanya hampir sama semua", ujarnya.

Wali Kota menambahkan bahwa ini adalah kasus pertama sejak pelaksanaan program MBG di Kota Singkawang.

Ia menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap kualitas dan keamanan makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick