HOME  ⁄  Nasional

KAI Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp300 Juta bagi Lima Anak Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KAI Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp300 Juta bagi Lima Anak Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan beasiswa tabungan pendidikan senilai total Rp300 juta kepada lima anak yang kehilangan orang tua akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan beasiswa tabungan pendidikan senilai total Rp300 juta kepada lima anak yang kehilangan orang tua akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dengan penyerahan simbolis dilakukan pada Jumat, 10 Juli 2026, di Jakarta Railway Center.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan serta harapan masa depan anak-anak penerima manfaat.

Acara penyerahan dihadiri oleh manajemen KAI, KAI Commuter, tim Corporate Social Responsibility (CSR) KAI, serta keluarga penerima manfaat.

Sebanyak lima anak menerima bantuan dengan nilai masing-masing Rp60 juta.

Dana disiapkan dalam bentuk tabungan pendidikan agar dapat digunakan secara bertahap untuk biaya pendidikan, administrasi sekolah, perlengkapan belajar, serta kebutuhan akademik pada jenjang pendidikan berikutnya.

Tabungan Pendidikan untuk Menjaga Masa Depan Anak

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kehilangan orang tua merupakan pengalaman yang sangat berat bagi setiap anak.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi tersebut keberlangsungan pendidikan harus tetap dijaga agar anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan menata masa depan.

"Kami memahami bahwa tidak ada bantuan yang dapat menggantikan kehadiran orang tua. Namun, kami berharap dukungan pendidikan ini dapat meringankan kekhawatiran keluarga dan menjaga langkah anak-anak agar tetap dapat melanjutkan sekolah serta meraih cita-citanya," ungkap Anne.

Anne menjelaskan bahwa tabungan pendidikan dipilih agar dana tersimpan dengan aman.

Ia mengatakan skema tersebut diharapkan membuat dana digunakan sesuai kebutuhan pendidikan masing-masing anak sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga dalam merencanakan pembiayaan pendidikan jangka panjang.

Program bantuan ini merupakan bagian dari Pilar Sosial TJSL KAI yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan akses pendidikan, serta perlindungan bagi keluarga yang menghadapi kondisi rentan akibat musibah.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah proses pendataan terhadap calon penerima manfaat dan koordinasi dengan keluarga penerima manfaat untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

"Kami ingin keluarga memiliki ketenangan bahwa pendidikan anak-anak tetap dapat dilanjutkan. Semoga tabungan ini dapat menjadi bekal yang menjaga semangat belajar mereka dari waktu ke waktu," katanya.

KAI berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, menjaga akses pendidikan anak-anak penerima manfaat, serta memberikan rasa aman dalam menghadapi kebutuhan pendidikan pada masa mendatang.

"Kami berharap anak-anak ini tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki masa depan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan di sekitarnya sangat berarti agar mereka terus memiliki semangat untuk belajar dan melangkah," ujar Anne.

KAI Perkuat Budaya Keselamatan Operasional

Pada saat yang sama KAI terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan.

Perusahaan memperkuat budaya keselamatan melalui penguatan sistem manajemen keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan proses secara berkelanjutan.

Setiap hasil evaluasi dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan standar keselamatan, memperkuat keandalan layanan, dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

"Keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan akan terus melakukan perbaikan agar layanan kereta api semakin aman dan andal bagi masyarakat," tutup Anne.

Penulis :
Arian Mesa