
Pantau - UNESCO memperingatkan penyusutan bantuan pendidikan global dan meningkatnya beban utang negara-negara berkembang yang dinilai dapat memperburuk pembiayaan sektor pendidikan serta menghambat akses terhadap pendidikan berkualitas.
Temuan tersebut disampaikan UNESCO dalam penelitian yang dirilis pada KTT Transformasi Pendidikan +4 (Transforming Education Summit +4/TES+4).
Bantuan Pendidikan Terus Menurun
Penelitian UNESCO menunjukkan bantuan untuk sektor pendidikan hanya mencapai 7,5 persen dari total bantuan pembangunan resmi pada 2024, yang menjadi tingkat terendah dalam dua dekade terakhir.
UNESCO memperkirakan total bantuan global untuk pendidikan berpotensi turun hingga 30 persen sepanjang periode 2023–2027.
Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah juga menghadapi kesenjangan pembiayaan pendidikan tahunan sebesar 97 miliar dolar AS yang diperkirakan terus melebar.
Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany mengatakan, "Pendidikan merupakan investasi paling strategis yang dapat dilakukan suatu negara, tetapi pendanaannya secara sistematis kurang memadai."
Ia menambahkan menurunnya bantuan pendidikan global berisiko memperpanjang siklus minimnya investasi, ketidaksetaraan, dan stagnasi pembangunan.
UNESCO Dorong Skema Pertukaran Utang untuk Pendidikan
Laporan terbaru UNESCO juga menunjukkan sebanyak 113 negara yang dihuni sekitar 6,1 miliar penduduk mengalokasikan anggaran lebih besar untuk pembayaran utang dibandingkan pendidikan.
Kondisi tersebut menyebabkan pengeluaran riil untuk pendidikan mengalami stagnasi atau penurunan di banyak negara sehingga berdampak pada akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan.
UNESCO kembali mendorong penerapan skema debt-for-education swap yang memungkinkan negara debitur mengalihkan sebagian dana pembayaran utang luar negeri menjadi investasi di sektor pendidikan.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam KTT Transformasi Pendidikan +4 yang bertujuan memperkuat sistem pendidikan global dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 tentang pendidikan berkualitas.
- Penulis :
- Aditya Yohan





