
Pantau - Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani menyatakan Iran dapat menganggap Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad batal apabila Amerika Serikat terus melanggar kewajiban yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut.
Iran Peringatkan Konsekuensi Pelanggaran MoU
Pernyataan itu disampaikan Iravani kepada wartawan usai pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Iran pada Jumat.
Ia mengungkapkan, "Iran tetap berkomitmen untuk setia terhadap implementasi MoU tersebut, dengan syarat AS juga setia dan sepenuhnya mematuhi kewajibannya sendiri. Namun, jika AS terus melanggar kewajibannya dalam MoU tersebut, maka Iran tidak lagi terikat untuk memenuhi kewajibannya juga di MoU itu."
Iravani menilai dimulainya kembali aksi permusuhan oleh Amerika Serikat merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB serta paragraf pertama MoU Islamabad yang memuat komitmen penghentian permusuhan dan larangan penggunaan kekuatan.
Ia menegaskan, "AS memikul tanggung jawab internasional secara penuh atas semua konsekuensi hukum dan politik yang timbul dari tindakannya yang melanggar hukum."
Ketegangan Kembali Meningkat
Amerika Serikat dan Iran menandatangani MoU Islamabad secara jarak jauh pada 18 Juni sebagai kesepakatan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung sejak 28 Februari.
Namun, pada 8 dan 9 Juli, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran yang menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilakukan sebagai respons atas pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz oleh Iran.
Iran kemudian dilaporkan melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait serta menuduh Washington telah melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Sementara itu, media Axios melaporkan putaran baru pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan berlangsung pada pekan depan di Swiss.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan kedua negara telah sepakat melanjutkan proses negosiasi atas permintaan Teheran, meski menegaskan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
- Penulis :
- Aditya Yohan





