
Pantau - Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengawali hari ketiga kunjungannya di Timor Leste dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja di Dili, Jumat (10/7/2026), sebelum melanjutkan rangkaian agenda yang juga diwarnai penerimaan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste.
Megawati mengenakan pakaian tenun ikat berwarna biru dan kerudung putih saat tiba di Kompleks TMP Seroja sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Setibanya di lokasi, Megawati langsung mengisi buku tamu sebelum mengikuti upacara penghormatan singkat.
Megawati memimpin hening cipta dengan penuh takzim dan khidmat yang diikuti seluruh peserta ziarah.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Megawati meletakkan karangan bunga di Kompleks TMP Seroja.
Kepala Staf Kepresidenan Timor Leste Henriqueta Maria da Silva yang turut hadir juga meletakkan karangan bunga.
Setelah upacara selesai, Megawati menuju dua makam di kompleks tersebut untuk menaburkan bunga dan memanjatkan doa.
Rangkaian ziarah ditutup dengan foto bersama Megawati dan rombongan.
TMP Seroja Miliki Nilai Sejarah
TMP Seroja merupakan pemakaman militer yang diperuntukkan bagi prajurit ABRI yang kini menjadi TNI serta pejuang integrasi Timor-Timur yang gugur dalam konflik pada periode 1975 hingga 1999.
Kompleks makam utama di Dili menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sekitar 600 pahlawan integrasi.
TMP Seroja tercatat sebagai kompleks pemakaman terbesar milik Indonesia yang berada di luar negeri.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin jajaran partainya untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Metinaro.
Kunjungan Megawati ke Dili juga memiliki nilai historis karena pada 20 Mei 2002 ia menghadiri langsung upacara restorasi kemerdekaan Timor-Leste di Padang Tasitolu.
Terima Penghargaan Tertinggi Timor-Leste
Dalam kunjungan kali ini, Megawati menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste berupa Grande Colar da Ordem de Timor-Leste.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, serta disaksikan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.
Pemerintah Timor-Leste menilai Megawati memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan persahabatan, memperluas dialog kedua negara, serta mendukung normalisasi hubungan bilateral setelah pemulihan kemerdekaan Timor-Leste.
Megawati menegaskan penghargaan tersebut bukan merupakan akhir dari perjalanan hubungan kedua negara.
“Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus,” tegas Megawati.
Megawati juga menyatakan penghargaan tersebut merupakan amanat sekaligus janji masa depan yang harus terus dijalankan oleh Indonesia dan Timor-Leste.
- Penulis :
- Shila Glorya





