HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Menggelar Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Seni dan Budaya untuk Perkuat Kompetensi dan Teaching Factory

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemendikdasmen Menggelar Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Seni dan Budaya untuk Perkuat Kompetensi dan Teaching Factory
Foto: Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta (sumber: Biro Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2 yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 1–29 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.

Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru Vokasi

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan peningkatan kompetensi guru vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.

Ia menjelaskan program tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan BBPPMPV Seni dan Budaya.

Program tersebut dirancang agar guru tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga memahami secara langsung budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri.

"Kami ingin memastikan para guru tidak hanya hebat dalam mengajar. Dengan pemagangan, mereka juga mampu menyelami langsung budaya kerja industri," ungkap Tatang.

Menurut Tatang, guru vokasi dan budaya diharapkan mampu memperkuat pembelajaran berbasis projek (project-based learning).

"Dan sekaligus sebagian menjadi awal untuk memperkuat 'teaching factory' sehingga mendapatkan imbas pendapatan yang bisa digunakan secara bergulir untuk operasional pembelajaran," tambahnya.

Program Dipadukan dengan Pembelajaran Daring dan Magang Industri

Kegiatan ini diikuti oleh 177 guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Program memadukan pembelajaran daring, pendalaman materi di balai, praktik kejuruan, serta magang di industri.

Magang dilaksanakan dalam 17 konsentrasi keahlian di bidang seni dan budaya.

Selain memperoleh materi mengenai kebijakan pendidikan, peserta juga mendapatkan pembelajaran tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.

Peserta turut menjalani praktik kejuruan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan memperoleh pengalaman langsung melalui magang di industri.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembinaan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan gelar karya dan uji kompetensi bagi para peserta.

Penulis :
Shila Glorya