HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Mendesak Penghentian Aksi Saling Balas di Kawasan Teluk dan Dorong Semua Pihak Kembali Berdiplomasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Mendesak Penghentian Aksi Saling Balas di Kawasan Teluk dan Dorong Semua Pihak Kembali Berdiplomasi
Foto: (Sumber :Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric. ANTARA/Anadolu/PY.)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penghentian segera aksi saling balas di kawasan Teluk menyusul serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Qatar, serta menyerukan semua pihak kembali ke jalur diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

PBB Serukan Penghentian Eskalasi Konflik

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan sikap Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dalam konferensi pers di Hamilton, Kanada, Kamis (9/7).

Ia mengatakan, "Aksi saling balas ini harus dihentikan."

Ia juga mengungkapkan, "Kembali ke diplomasi sangat dibutuhkan demi stabilitas di kawasan ini, demi stabilitas global."

Dujarric menambahkan, "Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan kembali ke meja perundingan."

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah PBB mengeluarkan pernyataan resmi yang mendorong seluruh pihak menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk eskalasi konflik.

PBB Siap Dukung Upaya Penyelesaian Konflik

Mengenai peran PBB, Dujarric menyatakan organisasi tersebut siap membantu upaya penyelesaian konflik.

Ia mengatakan, "Sekretaris Jenderal selalu mengatakan bahwa dia siap membantu dengan cara apa pun yang kami bisa."

Ia menjelaskan Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk krisis tersebut, Jean Arnault, terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, sementara Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) berperan dalam isu maritim di Selat Hormuz.

Serangan Iran terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania pada Kamis dilakukan sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap target di Iran yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Ketegangan tersebut terjadi setelah meningkatnya konflik antara Washington dan Teheran menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada awal pekan ini.

Penulis :
Aditya Yohan