HOME  ⁄  Nasional

Pelajar Papua Barat Tempuh Perjalanan Berjam-jam Demi Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelajar Papua Barat Tempuh Perjalanan Berjam-jam Demi Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/YouTube/MPRGOID/Fath Putra Mulya..)

Pantau - Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat di Manokwari diwarnai semangat para pelajar yang rela menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan hampir sehari, demi mengikuti kompetisi tersebut pada 10–11 Juli 2026.

Perjalanan Panjang dan Semangat Lestarikan Budaya

Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Wachid Nugroho mengatakan perjuangan para pelajar tidak hanya terlihat dari perjalanan panjang menuju lokasi lomba, tetapi juga melalui upaya mereka memperkenalkan kearifan lokal.

“Nilai-nilai kearifan lokal merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Wachid.

Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak harus menempuh perjalanan darat hampir satu hari menuju Manokwari, sedangkan peserta dari SMAN 1 Bintuni menghabiskan sekitar lima jam perjalanan untuk mencapai lokasi perlombaan.

Selain mengikuti kompetisi, sejumlah peserta juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah, seperti Pesparawi Nasional dan tradisi Bakar Batu atau Barapen yang ditampilkan oleh SMAN 1 Manokwari.

Sembilan Sekolah Perebutkan Tiket ke Final Nasional

LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat diikuti sembilan sekolah jenjang SMA, MA, dan SMK yang bersaing memperebutkan gelar juara provinsi sekaligus tiket menuju final nasional di Jakarta.

Salah seorang peserta dari SMAN 1 Bintuni, Adli Aldi Arsyafin Fimbay, mengatakan timnya telah berada di Manokwari sejak Rabu (8/7) untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

“Persiapan kami sudah dimulai sejak Rabu, termasuk latihan dan perjalanan menuju Manokwari,” ujarnya.

Adli mengungkapkan apabila timnya menjadi juara, ia berencana menggunakan hadiah untuk membelikan telepon genggam bagi salah seorang rekan setimnya yang ponselnya rusak sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga selama mengikuti perlombaan.

“Seluruh anggota tim sudah mempersiapkan diri secara maksimal bersama guru pembimbing dan siap memberikan kemampuan terbaik dalam perlombaan,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan