Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Jatim dan Swedia Perkuat Kerja Sama Transportasi Publik dan Pendidikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov Jatim dan Swedia Perkuat Kerja Sama Transportasi Publik dan Pendidikan
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim/aa..)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Swedia memperkuat kerja sama di bidang transportasi publik dan pendidikan melalui pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Surabaya.

"Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Jawa Timur," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama strategis di sektor transportasi publik, kesehatan, energi, industri, dan pendidikan.

Terkait transportasi publik, Pemprov Jatim fokus mengembangkan infrastruktur di Surabaya dan sekitarnya melalui proyek Surabaya Regional Railway Line.

Khofifah menilai pengalaman dan teknologi transportasi yang dimiliki Swedia berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan sistem transportasi modern, termasuk manajemen operasional, ticketing, dan solusi mobilitas perkotaan.

"Bahkan Swedia juga telah berinvestasi Ship Building atau bidang perkapalan yang berlokasi di Banyuwangi. Sudah berjalan selama 30 tahun," tuturnya.

Beasiswa dan Penguatan Pendidikan

Di bidang pendidikan, pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama beasiswa dan pertukaran akademik.

Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk menjajaki program pendidikan lanjutan, khususnya jenjang doktoral bidang kesehatan.

"Beliau juga akan ke Unair dan ITS untuk membangun kerjasama beasiswa pendidikan di Swedia. Utamanya pada jenjang Medical PhD bagi mahasiswa Unair," kata Khofifah.

Kerja sama juga menyasar pendidikan menengah, khususnya enam SMA Taruna berbasis boarding school di Jawa Timur.

"Di Indonesia ini, hanya Jawa Timur yang memiliki SMA Negeri berbasis Boarding School yaitu SMA Taruna di enam titik. Di dalamnya adalah anak-anak Best Of The Best dari berbagai daerah tidak hanya Jawa Timur," ujarnya.

Khofifah berharap dukungan Swedia dalam peningkatan penguasaan bahasa Inggris bagi para siswa agar memiliki daya saing internasional yang lebih kuat.

Daniel Blockert menyatakan kunjungannya bertujuan memperluas jaringan kerja sama antara Pemerintah Swedia dan wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

"Banyak hal yang dibahas bersama Ibu Gubernur hari ini, diantaranya transportasi, energi, layanan kesehatan dan industri manifaktur. Namun kali ini sektor pendidikan dan transportasi umum akan jadi prioritas kita bersama dalam waktu dekat," ungkapnya.

Ia menambahkan tengah membahas program kerja sama beasiswa dengan Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Terkait transportasi umum, Daniel menyatakan kesiapan Swedia untuk berpartisipasi dengan teknologi yang dimiliki, termasuk di sektor otomotif melalui perusahaan seperti Scania dan Volvo yang telah masuk pasar Indonesia.

"Kaitannya sektor industri yang sangat tumbuh pesat di Jawa Timur, kami akan sangat senang membawa kabar ini kembali ke Swedia. Harapannya nanti akan lebih banyak perusahaan yang berminat untuk melakukan investasi di Jatim," tuturnya.

Sejumlah perusahaan besar seperti IKEA, Electrolux, dan H&M disebut telah hadir dan tengah mencari lokasi untuk menjual produk sekaligus sebagai tempat produksi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti