
Pantau - PT MRT Jakarta menargetkan uji coba operasional jalur MRT fase 2A rute Bundaran HI–Monas pada Juni 2027 sebagai bagian dari pengembangan layanan transportasi massal di Jakarta.
Target tersebut disampaikan Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, dalam Forum Jurnalis 2026 di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, "Kami akan mencoba melanjutkan operasional dari Bundaran HI sampai dengan Monas. Bulan Juni tahun depan kami targetkan uji coba terlebih dahulu sesuai prosedur yang berlaku."
Menurut Tuhiyat, operasional resmi jalur Bundaran HI–Monas ditargetkan dimulai pada pertengahan tahun 2027 setelah seluruh tahapan pengujian dan uji coba selesai dilaksanakan.
MRT Jakarta saat ini terus melanjutkan pembangunan proyek MRT fase 2A yang merupakan kelanjutan dari koridor MRT rute Lebak Bulus–Bundaran HI.
Progres Konstruksi Capai Lebih dari 92 Persen
Progres konstruksi MRT fase 2A disebut menunjukkan perkembangan yang positif dengan kemajuan paling signifikan terjadi pada paket pekerjaan CP201 yang mencakup lintasan Bundaran HI hingga Monas.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan bahwa progres pekerjaan sipil paket CP201 telah mencapai 92,88 persen.
Ia mengatakan, "Secara fisik bangunan stasiun sudah mulai terlihat. Fokus pekerjaan saat ini lebih banyak pada penyelesaian area permukaan dan instalasi sistem."
Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian trotoar di Jalan MH Thamrin, instalasi sistem pendingin, serta pembangunan area pintu masuk Stasiun Monas.
Selain pekerjaan sipil, pembangunan rel kereta dan instalasi sistem kelistrikan MRT juga terus dikerjakan untuk mendukung target operasional pada 2027.
Perluas Konektivitas Transportasi Jakarta
Pemilihan waktu uji coba pada Juni 2027 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta.
Proyek MRT fase 2A akan memperluas jaringan MRT menuju kawasan pusat Jakarta hingga Kota Tua secara bertahap.
Kehadiran jalur baru Bundaran HI–Monas diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi publik di Jakarta sekaligus mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum massal.
Dengan bertambahnya jaringan MRT, mobilitas masyarakat di kawasan pusat Jakarta diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
- Penulis :
- Arian Mesa





