
Pantau - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut pada Jumat, 13 Februari 2026 malam.
Pengumuman itu disampaikan melalui pernyataan yang dibagikan dalam grup komunikasi informasi gempa media kebencanaan di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.28 WIB.
Daryono menyatakan saat ini sedang menjalani perawatan medis akibat sakit mata distrofi kornea dan mengambil cuti dinas sebelum memasuki masa pensiun dini.
Ia juga meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.
"Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG," tegas Daryono terkait status kepegawaiannya.
Meski tidak lagi menjabat, ia menyatakan tetap berkomitmen memberikan edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan.
"Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik," ujarnya.
Selama ini Daryono dikenal sebagai figur utama yang menyampaikan informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada masyarakat, baik untuk kejadian di dalam maupun luar negeri.
Ia juga aktif membagikan analisis ilmiah terkait gempa dan tsunami kepada wartawan serta melalui media sosial pribadinya.
Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1971 dan merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika angkatan 1993.
Ia meraih gelar sarjana Meteorologi dan Geofisika dari Universitas Indonesia pada 2000, gelar magister dari Universitas Udayana pada 2002, serta gelar doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.
Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar sebelum aktif sebagai peneliti geofisika sejak 2005 dan menduduki berbagai jabatan strategis hingga diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada 2022.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







