
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek Online dan 455 jamaah pengajian Islamic Center Surabaya dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah di Surabaya.
"Selamat menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriah, mudah-mudahan kuat puasanya, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keberkahan,” ujar Khofifah.
Menjelang bulan suci, Khofifah menyebut kesiapan menyambut Ramadhan tidak hanya sebatas ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental, khususnya bagi bunda ojek daring yang bekerja setiap hari di jalan.
"Saya tahu pekerjaan panjenengan berat harus membawa penumpang pagi, siang sampai sore. Tapi mudah-mudahan semuanya diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik," katanya.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, dan para jamaah yang hadir serta mendoakan masyarakat Jawa Timur dapat menyekolahkan putra-putri hingga meraih gelar doktor dan profesor.
"Mudah-mudahan panjenengan bisa menyekolahkan putra-putri setinggi-tingginya, bisa sampai doktor, bisa sampai profesor, ilmunya manfaat, barokah, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," lanjutnya.
Penyaluran Beasiswa dan Bantuan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur menyalurkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana sebesar Rp2 juta per semester kepada mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya Aditya Angga.
Baznas juga memberikan beasiswa Rp1 juta kepada siswi SMK Kawung 2 Surabaya Felysia Tiara Lestari.
Disalurkan pula bantuan pemberdayaan ekonomi melalui program ZChiken, ZAuto, dan ZCoffe serta bantuan alat kerja berupa rombong kepada penjual nasi pecel Yuni Sulistyowati.
Bantuan modal usaha Rp1,5 juta diberikan kepada Basuki dan bantuan renovasi rumah tidak layak huni sebesar Rp20 juta diberikan kepada Syamsul Hadi di Sidoarjo.
Kepada 850 Bunda Ojek Online dan 455 jamaah pengajian Islamic Center, Khofifah membagikan paket sembako berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula satu kilogram, lima bungkus mi instan, serta teh kotak.
Pesan Puasa Hati, Lisan, dan Perut
Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Nur Chamdani mengaku terharu atas antusiasme lebih dari seribu peserta yang hadir.
"Kita sekarang ini menghadapi masa di mana tidak ada yang terlepas dari online. Tapi, apa yang perlu paling kita waspadai adalah adanya fitnah. Maka untuk puasa ini, mari kita siapkan tiga hal. Bukan hanya sekedar mengatur perut, tetapi juga lisan kita dan hati kita," katanya.
Ia mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengenai puasa hati, puasa lisan, dan puasa perut serta menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam membina Baznas di sejumlah wilayah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








