HOME  ⁄  Nasional

Gus Ipul Minta Program Kemensos Terintegrasi dan Berbasis Data untuk Atasi Ketimpangan Sosial

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gus Ipul Minta Program Kemensos Terintegrasi dan Berbasis Data untuk Atasi Ketimpangan Sosial
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin rapat dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta (sumber: Kemensos)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial memperkuat penyusunan program kerja dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, berbasis data yang telah terverifikasi, serta berorientasi pada penyelesaian ketimpangan sosial sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat dinas di Kantor Kementerian Sosial.

Ia menegaskan seluruh arahan Presiden harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lingkungan Kementerian Sosial.

"Presiden mengingatkan masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan, yaitu ketimpangan. Karena itu seluruh program kita harus benar-benar diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut," ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, pembangunan nasional merupakan proses yang berkelanjutan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Ia mengatakan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama, terutama persoalan ketimpangan sosial yang berdampak pada kemiskinan dan belum meratanya akses masyarakat terhadap berbagai layanan.

Program Terpadu untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Gus Ipul menyebut amanat konstitusi menjadi dasar pelaksanaan tugas Kementerian Sosial.

Ia menjelaskan pijakan tersebut mengacu pada Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanatkan pengelolaan sumber daya negara untuk melindungi serta meningkatkan kesejahteraan fakir miskin dan anak terlantar.

Dalam upaya tersebut, Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

"Datanya harus benar, bantuan sosialnya tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga-keluarga yang tidak mampu," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan pelayanan Kementerian Sosial tidak boleh berhenti pada satu jenis intervensi.

Menurutnya, setiap penerima manfaat harus memperoleh rangkaian layanan yang saling terhubung mulai dari pendataan, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial apabila diperlukan, hingga pemberdayaan sosial sesuai kebutuhan.

"Bila setelah mendapat perlindungan sosial masih membutuhkan rehabilitasi, maka harus ditindaklanjuti dengan rehabilitasi sosial. Setelah itu harus dipikirkan pemberdayaannya. Kalau memang membutuhkan layanan residensial, kita siapkan. Kalau tidak, bisa melalui home care, home visit, atau bentuk layanan lain yang sesuai," ungkapnya.

Pusdatin Jadi Pengampu Data Seluruh Program

Gus Ipul meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial tidak lagi bekerja secara terpisah.

Ia meminta seluruh direktur dan unit kerja memperkuat komunikasi serta menyusun program secara bersama agar setiap layanan saling melengkapi dan manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.

"Kemensos ini ibarat satu mesin. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Antar-direktur, antar-unit kerja, harus saling berkomunikasi dan menyusun program bersama supaya layanan kepada masyarakat semakin tajam," tegasnya.

Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya peran Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) sebagai pengampu data bagi seluruh program di Kementerian Sosial.

Ia mengatakan seluruh intervensi program harus menggunakan data yang telah terverifikasi dan terus dimutakhirkan agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran.

"Penjurunya adalah Pusdatin. Semua program harus berbasis pada data yang sudah terverifikasi. Setelah itu baru dioperasionalkan dalam program-program strategis, baik rehabilitasi sosial maupun pemberdayaan sosial," ujarnya.

Penulis :
Leon Weldrick